Kupang, Likurai.com-Tim Penggerak PKK Kota Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Kupang Sehat yang digagas Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Kosgrova Francis, S.Sos., M.Si.
Salah satu fokus utama PKK adalah pencegahan stunting sebagai bagian dari pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menjelaskan bahwa dari 10 program tersebut, terdapat program prioritas yang secara langsung mendukung program Kupang Sehat dengan cara melakukan edukasi pencegahan stunting pada anak usia remaja.
Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi lebih pendek jika dibandingkan anak-anak seusianya. Pemahaman yang benar tentang stunting menjadi dasar dalam menyusun intervensi pencegahannya.
Ia mengatakan, melalui Pokja 1, PKK Kota Kupang melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah, khususnya bagi remaja putri tingkat SMA. Edukasi ini penting dilakukan karena remaja putri adalah calon ibu di masa depan, sehingga mereka perlu memahami kesehatan reproduksi sejak dini, termasuk pentingnya konsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia.
“Kita turun ke sekolah-sekolah karena pencegahan lebih baik daripada mengobati,” jelas dr. Widya.
Pada Pokja 2, PKK menyasar anak-anak PAUD di seluruh Kota Kupang. Dr. Widya menyampaikan bahwa pihaknya bersyukur karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan turut membantu mencukupi gizi anak-anak sekolah. Namun demikian, PKK tetap melaksanakan program pemberian makanan tambahan (PMT) di PAUD-PAUD yang masih terdapat anak dengan kondisi kurang gizi.
Pokja 3 menjalankan program ketahanan pangan keluarga melalui pembangunan Pondok Pangan Lestari (P2L). Dua lokasi P2L kini telah berjalan di Kota Kupang, yaitu di Kelurahan Nefonaek yang dikelola oleh ibu-ibu dasawisma PKK, serta di Panti Asuhan Agape, Kelurahan Belo. Program ini bertujuan menyediakan sumber pangan bergizi yang dapat mendukung upaya pencegahan stunting.
PKK melalui Pokja 4 juga melakukan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak yang terindikasi gizi kurang. Intervensi ini dilaksanakan untuk mencegah kondisi gizi anak memburuk hingga masuk dalam kategori stunting.
PKK Kota Kupang memandang keberadaan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan. Karena itu, PKK telah turun ke sejumlah posyandu untuk melihat langsung berbagai aktivitas para kader, melakukan pendampingan, serta mencatat kebutuhan peralatan seperti timbangan dan fasilitas penting lainnya.
Selain itu, PKK telah merencanakan program peningkatan kapasitas kader posyandu pada tahun anggaran 2026. Pelatihan ini bertujuan memperbarui wawasan dan pengetahuan kader terkait perkembangan informasi kesehatan sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus meningkat.
Meski berbagai program telah berjalan, dr. Widya mengakui bahwa penanganan stunting di Kota Kupang memiliki tantangan tersendiri. Sebagai kota transit, banyak anak yang lahir di Kupang tetapi kemudian kembali ke kampung halaman. Ketika tidak ada perhatian cukup terhadap pemenuhan gizi selama berada di kampung, kondisi gizi anak tersebut dapat menurun. Saat kembali lagi ke Kupang, beberapa anak ditemukan dalam kondisi gizi kurang bahkan stunting.
“Kondisi ini menjadi tantangan terbesar bagi kami. Namun PKK Kota Kupang tetap berkomitmen untuk terus bergerak memberikan edukasi, pendampingan, dan intervensi gizi agar angka stunting dapat ditekan,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah strategis melalui edukasi remaja, pemberian makanan tambahan, pemberdayaan keluarga melalui pangan lestari, hingga penguatan posyandu, PKK Kota Kupang optimistis dapat terus mendukung terwujudnya generasi Kota Kupang yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. (Yulius/ADV)
