Kupang, Likurai.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melalui Satuan Kerja (Satker) Bendungan mendatangkan tim ahli geologi dari Komisi Keamanan Bendungan (KKB) serta Balai Hidrolik dan Keamanan Bangunan Air untuk meneliti kondisi tanah di area lereng Bendungan Temef, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kehadiran para ahli ini bertujuan melakukan pengukuran dan pemetaan detail terhadap kondisi bawah tanah, khususnya untuk memastikan besaran aliran air yang mungkin terjadi di lereng bendungan.
Pemeriksaan ini penting untuk menentukan langkah penanganan teknis yang tepat dan berkelanjutan.
“Ahli akan mengecek apakah ada aliran air atau tidak, jika ada aliran air berapa kadarnya. Mereka juga akan memastikan apakah terdapat rongga di bawah tanah. Setelah seluruh proses selesai, barulah disimpulkan langkah penanganan lebih lanjut,” ungkap Kasatker Bendungan, Faris Setiawan, ST., MT kepada wartawan Likurai.com Jumat,21/11/2025.
Menurutnya, meski sebelumnya telah dilakukan pemetaan awal, kondisi geologi di sekitar Bendungan Temef cukup unik dan kompleks sehingga penanganannya membutuhkan analisis lebih mendalam dari para pakar.
Ia menambahkan, tim ahli akan mengumpulkan data, melakukan pengujian, dan menganalisis struktur bawah tanah secara menyeluruh.
Hasil dari pekerjaan ini akan menjadi dasar bagi BBWS Nusa Tenggara II dalam menentukan metode penanganan terbaik guna memastikan keamanan dan fungsi optimal Bendungan Temef ke depan. (Yulius)
