BBWS Nusa Tenggara II Tangani Kerusakan Tebing Sungai Benenain di Malaka - Baomong.ID

BBWS Nusa Tenggara II Tangani Kerusakan Tebing Sungai Benenain di Malaka

BBWS Nusa Tenggara II Tangani Kerusakan Tebing Sungai Benenain di Malaka


Kupang, Likurai.comBalai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II bergerak cepat menangani kerusakan tebing di hilir Sungai Benenain, Kabupaten Malaka, setelah Kepala BBWS NT II Parlinggoman Simanungkalit,ST.,MPSDA bersama tim menerima laporan langsung dari Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH saat berkunjung ke Kabupaten Malaka beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Kasatker OP SDA) Nusa Tenggara II, Nahason Harianja, ST., MT., melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA II Nusa Tenggara II, Yunus Djobo, ST., M.Si., kepada wartawan Likurai.com pada Selasa, 25 November 2025.

Menurut Yunus Djobo, penanganan kerusakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST., MPSDA, bersama jajaran Satker dan PPK lingkup BBWS NT II ke Kabupaten Malaka beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Bupati Malaka menyampaikan kondisi kerusakan tebing di hilir Sungai Benenain yang terjadi akibat banjir.

“Menyikapi penyampaian Bupati Malaka, BBWS Nusa Tenggara II melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan langsung melakukan penanganan dengan perkuatan tebing dengan membangun bronjong sepanjang 160 meter,” ujar Djobo.

Lokasi pekerjaan berada di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka pada wilayah hilir Sungai Benenain. Anggaran yang dialokasikan untuk penanganan perkuatan tebing tersebut  sebesar Rp3,2 miliar.

Jenis kegiatan yang dilaksanakan meliputi perkuatan tebing menggunakan bronjong sepanjang 160 meter dengan tinggi 4 meter. Selain itu, BBWS NT II juga menangani kerusakan patahan saluran akibat bencana pada Saluran Bendung Benenain sepanjang 80 meter.

“Saat ini progres fisik sudah mencapai 60 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2025,” jelasnya.

Kerusakan yang ditangani berupa longsoran tebing yang di dalamnya terdapat jalan inspeksi yang berfungsi memantau jaringan irigasi dari Saluran Benenain. Dengan adanya penanganan ini, diharapkan stabilitas tebing sungai dan kelancaran fungsi jaringan irigasi dapat kembali terjamin. (Yulius)