Kelurahan Kayu Putih Mantapkan Langkah Dukung Program Kupang Sehat dan Percepatan Penurunan Stunting - Baomong.ID

Kelurahan Kayu Putih Mantapkan Langkah Dukung Program Kupang Sehat dan Percepatan Penurunan Stunting

Kelurahan Kayu Putih Mantapkan Langkah Dukung Program Kupang Sehat dan Percepatan Penurunan Stunting

Kupang,Likurai.com – Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menurunkan angka stunting terus mendapatkan dukungan nyata dari berbagai kelurahan, termasuk Kelurahan Kayu Putih yang kini menjadi salah satu garda terdepan dalam penguatan Program Kupang Sehat.

Lurah Kayu Putih, Jane Ndaomanu, menegaskan bahwa pola kerja kolaboratif yang melibatkan pemerintah kelurahan, puskesmas, posyandu, kader kesehatan, hingga peran aktif orang tua menjadi kunci penting untuk pencegahan dan penurunan stunting di wilayah Kelurahan Kayu Putih.

“Kami ingin memastikan semua balita terpantau, terdata, dan rutin mengikuti penimbangan di posyandu, terutama saat pekan pelayanan imunisasi,” ujar Jane kepafa wartawan.

Ia menambahkan bahwa edukasi tentang gizi seimbang, pola asuh, dan sanitasi sehat terus diberikan kepada orang tua.

Guna memperkuat layanan, Kelurahan Kayu Putih menjalin kerja sama dengan Puskesmas Oepoi, posyandu, dan enam Pustu di wilayah tersebut. Bahkan, pihaknya menggandeng Rumah Sakit Dedari dengan menghadirkan dokter spesialis kandungan untuk melayani pemeriksaan USG bagi ibu hamil langsung di Pustu.

“Sudah beberapa kali kami lakukan. Upayanya setiap tiga bulan agar ibu hamil tidak perlu jauh-jauh mengakses layanan,” jelas Jane.

Selain fokus pada kesehatan ibu dan anak, kelurahan juga memperkuat gerakan kerja bakti bersama RT dan RW setiap hari Sabtu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting serta penyakit lainnya.

Dalam perjalanannya, Kelurahan Kayu Putih menghadapi sejumlah kendala. Perubahan sistem posyandu dari fokus balita menjadi Posyandu LP (Layanan Primer) yang melayani seluruh siklus hidup dari balita, remaja, ibu hamil, lansia hingga penyakit tidak menular membuat tenaga kesehatan kewalahan.

Dampaknya, para lansia kini jarang memeriksakan diri karena panjangnya antrean. “Para lansia merasa waktu mereka tersita di posyandu. Ini menjadi curhatan mereka,” kata Jane.

Selain itu, banyaknya rumah kos akibat keberadaan kampus dan sekolah menengah juga menyebabkan dinamika data penduduk berubah-ubah. “Warga tidak tetap ini mempengaruhi data jumlah penduduk,” tambahnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Kelurahan Kayu Putih tetap konsisten menjalankan program-program kesehatan dengan inovasi dan kolaborasi. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata kelurahan dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan produktif. (Yulius/ADV)