Kupang, Likurai.com – Pembangunan Jalan Titus Nau dan Jalan Mollo Senjam di Kelurahan Fatuakoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, kini memasuki tahap pengaspalan (hotmix).
Proyek strategis ini merupakan bagian dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 dan dikerjakan oleh PT Amar Pratama Jaya Grup.
Memasuki tahap aspal (hotmix), pembangunan jalan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan masyarakat setempat.
Pasalnya, akses jalan yang selama bertahun-tahun diusulkan kini akhirnya terwujud dan diharapkan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Ketua RW 08 Kelurahan Fatuakoa, Elyakim Lasa, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya pembangunan ruas jalan tersebut.
Menurutnya, pembangunan Jalan Titus Nau dan Mollo Senjam merupakan jawaban atas kerinduan panjang masyarakat, khususnya warga RW 008.
“Pembangunan jalan ini menjawab kerinduan masyarakat Fatuakoa, terutama warga RW 008. Setiap tahun kami selalu mengusulkannya melalui Musrenbang, namun baru tahun ini bisa terealisasi melalui Program Inpres Jalan Daerah,” ujar Elyakim.
Ia menjelaskan, keberadaan jalan yang memadai akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Wilayah Fatuakoa dikenal sebagai salah satu daerah perranian yang menyuplai hasil pertanian dan peternakan ke berbagai pasar di Kota Kupang.
“Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, terutama para petani dan peternak dalam mendistribusikan hasil produksi mereka ke pasar. Ini tentu sangat membantu peningkatan ekonomi warga,” jelasnya.
Selain memperlancar distribusi hasil pertanian dan peternakan, pembangunan jalan tersebut juga dinilai mampu memangkas waktu tempuh masyarakat. Jika sebelumnya perjalanan menuju pasar membutuhkan waktu yang cukup lama akibat kondisi jalan yang rusak, kini akses menjadi lebih cepat dan aman.
“Dulu ke pasar bisa memakan waktu hingga dua jam. Dengan jalan yang sudah diaspal, waktu tempuh pasti berkurang dan biaya transportasi juga lebih efisien,” tambahnya.
Atas terealisasinya proyek tersebut, Elyakim mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi.
Mulai dari Pemerintah Kota Kupang yang mengusulkan pembangunan, hingga Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT yang merealisasikan pembangunan jalan melalui Program Inpres Jalan Daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Pusat, dan BPJN NTT atas perhatian dan komitmennya membangun infrastruktur di wilayah kami. Semoga jalan ini membawa manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Fatuakoa,” pungkasnya.
Pembangunan Jalan Titus Nau dan Mollo Senjam menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang. (Yulius)
