BPJN NTT Bangun Jembatan Usu di Rote Ndao Tahun 2026, Permudah Akses Pendidikan dan Aktivitas Warga - Baomong.ID

BPJN NTT Bangun Jembatan Usu di Rote Ndao Tahun 2026, Permudah Akses Pendidikan dan Aktivitas Warga

BPJN NTT Bangun Jembatan Usu di Rote Ndao Tahun 2026, Permudah Akses Pendidikan dan Aktivitas Warga

Kupang, Likurai.com Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui PPK 1.2 Provinsi NTT, Satker PJN I Provinsi NTT, merealisasikan pembangunan Jembatan Usu di Desa Daimana, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao pada Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas serta keselamatan masyarakat di wilayah terpencil.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting, terutama untuk menunjang mobilitas warga, khususnya anak-anak yang setiap hari harus menyeberangi sungai demi mencapai sekolah.

Selama ini, akses yang terbatas kerap menimbulkan risiko, terlebih saat musim hujan ketika arus sungai meningkat dan sulit dilalui.

Untuk mendukung proyek tersebut, BPJN NTT mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 miliar guna membangun jembatan gantung dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 4 meter.

Jembatan ini dirancang agar aman dilalui pejalan kaki maupun kendaraan roda dua, sehingga dapat menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Usu dan sekitarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi NTT, Audrian Ramanta Herdy, ST., M.Sc., kepada wartawan Likurai.com, Kamis (15/1/2026), menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Usu pada Tahun Anggaran 2026 merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang merata hingga ke daerah terpencil.

“Jembatan ini dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang selama ini kesulitan menyeberang. Kami ingin memastikan akses pendidikan tidak lagi terhambat oleh kondisi infrastruktur,” ujar Audrian.

Ia menambahkan, manfaat jembatan ini tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan, tetapi juga berdampak besar terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga, seperti kelancaran distribusi hasil pertanian serta kemudahan akses menuju pusat pelayanan publik.

Secara teknis, jembatan gantung ini direncanakan memiliki bentang utama sepanjang 100 meter, dengan jalan penghubung sepanjang 900 meter, masing-masing 600 meter di sisi Pulau Rote dan 300 meter di sisi Pulau Usu. Konstruksi jembatan menggunakan tipe gantung simetris dengan pondasi tiang pylon di kedua ujungnya.

Dengan estimasi anggaran konstruksi sekitar Rp11 miliar, jembatan ini dirancang untuk dapat dilalui pejalan kaki serta kendaraan ringan, termasuk ambulans, guna menunjang mobilitas masyarakat dan pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

“Kami berharap jembatan ini benar-benar menjadi jalan pembuka bagi masyarakat Pulau Usu, bukan hanya menghubungkan secara fisik, tetapi juga membuka akses terhadap air bersih, pendidikan, layanan kesehatan, dan jaringan listrik desa,” tutup Audrian penuh harap.

Sebelumnya, Kepala Desa Daimana, Heber Laurens Ferroh, bersama tokoh adat Omer Non, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada BPJN NTT atas realisasi pembangunan jembatan tersebut.

“Pembangunan jembatan penghubung ini diyakini akan menjadi kunci untuk mengakhiri isolasi dan mengatasi berbagai kesulitan yang selama ini kami alami,” ujar Omer Non.

(Yulius Seran)