Kupang, Likurai.com – Setetes darah menyelamatkan sejuta jiwa. Slogan kemanusiaan ini digaungkan melalui aksi nyata Kepala Bagian Persidangan, Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Nusa Tenggara Timur, Nurce Sombu, SH, yang secara rutin mendonorkan darahnya.
Usai mengikuti kegiatan donor darah yang digelar oleh Sekretariat DPRD NTT bekerja sama dengan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT, Nurce Sombu menegaskan bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang memiliki manfaat besar, baik bagi penerima maupun pendonor itu sendiri.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.
Ia menjelaskan bahwa dengan mendonorkan darah secara rutin, tubuh akan secara alami memproduksi darah baru, sehingga membantu menjaga sirkulasi darah tetap sehat dan optimal. Manfaat tersebut menjadi salah satu alasan dirinya konsisten melakukan donor darah setiap tiga bulan sekali.
Lebih lanjut, Nurce Sombu menuturkan bahwa donor darah bukan sekadar rutinitas pribadi, melainkan sebuah aksi kemanusiaan yang patut ditumbuhkan dan dibudayakan. Aksi sederhana ini, katanya, dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan dan keberlangsungan hidup orang lain yang sedang membutuhkan transfusi darah.
Sebelum adanya kerja sama antara Sekretariat DPRD NTT dan UDD PMI Provinsi NTT, ia biasa melakukan donor darah langsung di PMI. Namun, sejak program donor darah rutin dilaksanakan di lingkungan Sekretariat DPRD NTT, ia memilih mendonorkan darahnya di kantor setiap tiga bulan sekali.
Dalam setahun, Nurce Sombu tercatat melakukan donor darah sebanyak empat kali. Konsistensi tersebut menjadi wujud komitmennya dalam mendukung ketersediaan stok darah di PMI, khususnya bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Melalui kerja sama berkelanjutan dengan UDD PMI Provinsi NTT, kegiatan donor darah ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi instansi dan lembaga lain untuk turut ambil bagian dalam gerakan kemanusiaan.
Dengan semangat berbagi dan solidaritas, setiap tetes darah yang disumbangkan diharapkan dapat menjadi harapan hidup dan penyelamat bagi banyak orang yang membutuhkan. (Yulius)
