Peningkatan dan Rehabilitasi Irigasi Melalui Inpres Tahap III di NTT Terus Dikebut - Baomong.ID

Peningkatan dan Rehabilitasi Irigasi Melalui Inpres Tahap III di NTT Terus Dikebut

Peningkatan dan Rehabilitasi Irigasi Melalui Inpres Tahap III di NTT Terus Dikebut

Kupang, Likurai.com – Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III di Provinsi NTT menunjukkan progres signifikan.

Hingga akhir Januari 2026, pelaksanaan pekerjaan yang ditangani PT Waskita Karya telah mencapai 96 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Februari 2026.

Hal ini disampaikan Pelaksana Proyek PT Waskita Karya, Samuelson, kepada wartawan Likurai.com, Selasa (27/1/2026).

Ia memastikan seluruh pekerjaan terus dikebut agar dapat segera dimanfaatkan petani di berbagai wilayah penerima manfaat.

Menurut Samuelson, program ini mencakup penanganan pada 14 daerah irigasi yang tersebar di Pulau Timor, Flores, dan Rote Ndao.

Kegiatan yang dilakukan meliputi dua jenis pekerjaan utama, yakni peningkatan jaringan irigasi dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Ia menjelaskan, pada lokasi yang masuk kategori peningkatan, dilakukan pembangunan jaringan irigasi baru guna memperluas jangkauan layanan air bagi lahan pertanian.

Sementara pada lokasi rehabilitasi, dilakukan perbaikan jaringan irigasi yang telah mengalami kerusakan atau penurunan fungsi, agar kembali optimal dalam mengalirkan air ke sawah dan lahan pertanian warga.

“Total ada 14 daerah irigasi yang ditangani. Sebagian dibangun jaringan baru melalui peningkatan, dan sebagian lainnya direhabilitasi agar fungsi irigasinya kembali maksimal,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp17 miliar.

Anggaran ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur saluran air, bangunan pelengkap irigasi, serta peningkatan kualitas jaringan agar lebih tahan terhadap kerusakan.

Samuelson menegaskan, pihaknya terus mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan agar manfaatnya segera dirasakan petani, khususnya dalam mendukung musim tanam dan peningkatan produktivitas pertanian.

“Kita terus berupaya agar pekerjaan cepat selesai supaya bisa segera dimanfaatkan para petani penerima manfaat. Harapannya, jaringan irigasi yang lebih baik akan membantu kelancaran suplai air dan berdampak langsung pada hasil pertanian,” ujarnya.

Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air, serta meningkatkan kesejahteraan petani di NTT melalui dukungan infrastruktur irigasi yang lebih andal dan berkelanjutan. (Yulius)