Kupang, Likurai.com – Pembangunan Jembatan Gantung di Pulau Usu, Desa Daimana, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota DPRD NTT dari Daerah Pemilihan NTT II yang meliputi Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua, Simson Polin saat ditemui wartawan di kantor DPRD NTT beberapa waktu lalu.
Menurut Simson Polin, pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat Pulau Usu yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi menuju Pulau Rote sebagai pulau induk.
“Jembatan gantung ini sangat dinantikan oleh masyarakat Pulau Usu. Kehadirannya menjawab kebutuhan mendasar warga, khususnya dalam hal akses pendidikan, ekonomi, dan mobilitas sehari-hari,” ujar politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT itu.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Pulau Usu, terutama anak-anak sekolah, harus menyeberang menggunakan sampan tradisional untuk menuju sekolah di Pulau Rote. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, terutama saat cuaca buruk dan gelombang laut tinggi.
“Anak-anak kita setiap hari mempertaruhkan keselamatan hanya untuk bisa bersekolah. Dengan adanya jembatan gantung ini, tentu akan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi mereka,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Simson Polin juga meminta dukungan penuh dari masyarakat Kabupaten Rote Ndao, khususnya warga yang berada di wilayah yang akan dilalui dan terdampak langsung oleh pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan dengan menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan ruang dan kerja sama yang baik selama kegiatan berlangsung, agar proyek dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“Saya mohon dukungan masyarakat Rote Ndao, terutama yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Dukungan masyarakat sangat penting agar pekerjaan ini berjalan baik dan manfaatnya bisa segera dirasakan bersama,” ujarnya.
Simson juga berharap agar pembangunan infrastruktur dasar seperti ini terus mendapat perhatian pemerintah pusat dan daerah, khususnya bagi wilayah kepulauan dan daerah terpencil di NTT.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya soal fisik, tetapi tentang keadilan pembangunan dan keberpihakan kepada masyarakat kepulauan. Semoga ke depan infrastruktur ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Pulau Usu,” pungkasnya. (Yuser)
