Kupang, Likurai.com – Pulau Sabu Raijua memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan di Provinsi NTT.
Hal ini terlihat dari kunjungan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, ke dua objek wisata andalan Kabupaten Sabu Raijua, yakni Kelabba Maja dan Taman Skyber, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Johni Asadoma didampingi Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing, Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua Stef Bule Logo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Titus Bernadus Duri, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Viktor Ladamuri, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua Merry CH Moru, serta Camat Hawu Mehara Munkar Nguru Diu.
Agenda kunjungan diawali dengan meninjau Kelabba Maja yang terletak di Desa Wadumeddi, Kecamatan Hawu Mehara. Di lokasi ini, Wakil Gubernur disambut oleh Efraim Bagi selaku pengelola destinasi wisata Kelabba Maja. Dalam suasana penuh keakraban, mereka berdiskusi mengenai potensi Kelabba Maja yang terus menarik minat wisatawan, tidak hanya dari NTT dan berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Kelabba Maja merupakan destinasi wisata ikonik Pulau Sabu yang terkenal dengan keindahan lanskap geologi berupa tebing-tebing batu berwarna-warni. Lapisan batu yang terdiri dari warna merah, cokelat, putih hingga ungu tersebut terbentuk secara alami selama ribuan tahun, menciptakan pemandangan yang artistik dan dramatis. Selain itu, keberadaan pilar-pilar batu raksasa yang menjulang kokoh semakin menambah keunikan panorama alam Kelabba Maja.
Destinasi ini kerap dijuluki sebagai “Grand Canyon”-nya Indonesia karena kemiripannya dengan lanskap ngarai yang megah. Bagi masyarakat Sabu, Kelabba Maja juga memiliki nilai sakral dan menjadi warisan budaya yang dijaga serta dihormati secara turun-temurun.
Wakil Gubernur Johni Asadoma mengungkapkan kekagumannya terhadap keunikan dan nilai artistik Kelabba Maja. Menurutnya, destinasi ini merupakan salah satu aset pariwisata yang sangat berharga dan layak dikenal lebih luas.
“Hari ini saya berada di Kelabba Maja, sebuah destinasi unik dengan susunan bebatuan berwarna yang sudah ada sejak zaman purbakala hingga sekarang dan memberikan nuansa artistik yang luar biasa. Bagi masyarakat yang datang ke Pulau Sabu, maka datanglah dan nikmati keindahan Kelabba Maja,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Pulau Sabu memiliki banyak potensi wisata lain yang tidak kalah menarik. “Ini merupakan Grand Canyon-nya Pulau Sabu dan sangat unik. Selain Kelabba Maja, masih ada destinasi wisata lain seperti situs Majapahit dan pantai-pantai indah yang patut untuk dikunjungi,” tambahnya.
Selain wisata alam, Wakil Gubernur NTT juga menyempatkan diri mengunjungi objek wisata Taman Skyber yang berlokasi di Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat. Taman Skyber merupakan objek wisata bernuansa religi yang sarat dengan nilai sejarah. Kawasan ini dibangun di atas bekas benteng Tentara Belanda pada masa kolonial dan masih menyimpan sejumlah peninggalan bersejarah, di antaranya Tower Air peninggalan Belanda, Sumur peninggalan Belanda, serta Piramida Bendera.
Daya tarik utama Taman Skyber adalah patung Yesus setinggi 20 meter yang berdiri megah dan menjadi ikon kawasan tersebut. Di dalam area taman juga terdapat berbagai patung yang menggambarkan kisah-kisah dalam Alkitab, mulai dari awal penciptaan manusia hingga perjalanan kehidupan Yesus Kristus, sehingga menjadikan Taman Skyber sebagai destinasi wisata rohani yang edukatif dan reflektif.
Menurut Wakil Gubernur Johni Asadoma, keberadaan Taman Skyber menunjukkan bahwa Pulau Sabu tidak hanya kaya akan wisata alam, tetapi juga memiliki potensi wisata buatan dan wisata religi yang mampu menarik minat wisatawan.
“Taman Skyber ini menjadi daya tarik bagi banyak orang. Pulau Sabu memiliki potensi wisata yang sangat eksotis, baik itu wisata alam maupun wisata buatan. Mari berkunjung ke Pulau Sabu, di mana masyarakatnya memiliki keramahan, rasa kekeluargaan yang tinggi, serta menjunjung nilai adat dan budaya,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sabu Raijua sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat Pulau Sabu diharapkan dapat menjadi daya tarik utama yang menjadikan wilayah ini sebagai destinasi wisata unggulan di NTT. (*/Yuser)
