Pordasi Pacu NTT Gelar Rapat Perdana, Targetkan 10 Emas di PON XXII NTB–NTT - Baomong.ID

Pordasi Pacu NTT Gelar Rapat Perdana, Targetkan 10 Emas di PON XXII NTB–NTT

Pordasi Pacu NTT Gelar Rapat Perdana, Targetkan 10 Emas di PON XXII NTB–NTT

Kupang, Likurai.com – Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan raihan 10 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional XXII NTB–NTT mendatang.

Target prestisius tersebut disampaikan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Pacu NTT, Umbu Rudi Kabunang, saat memimpin rapat bersama jajaran pengurus di Aula Kantor Golkar NTT, Jumat (20/2/2026).

Rapat ini merupakan rapat perdana kepengurusan Pordasi Pacu NTT periode 2026–2030, setelah resmi dilantik pada 6 Februari 2026. Rapat dipandu Sekretaris Pordasi Pacu NTT, Laurens Leba Tukan, dan turut dihadiri Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT, Frans Sarong.

Dalam pengantarnya, Umbu Rudi Kabunang menjelaskan transformasi organisasi Pordasi yang kini terbagi ke dalam empat federasi, yakni Pordasi Pacu, Pordasi Equestrian, Pordasi Polo, serta Pordasi Berkuda Memanah. Khusus Pordasi Pacu, NTT telah memiliki kepengurusan yang sah dan diakui KONI, sehingga tidak ada lagi dualisme organisasi di daerah ini.

Pasca terbentuknya kepengurusan, Umbu Rudi menegaskan komitmennya untuk mendorong pembentukan pengurus Pordasi Pacu hingga tingkat kabupaten/kota.

“Saya minta kita semua membangun komunikasi dengan teman-teman di daerah terkait pembentukan pengurus kabupaten/kota. Empat kabupaten di Pulau Sumba sudah siap,” ujar anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu.

Menurutnya, setelah kepengurusan kabupaten/kota terbentuk, Pordasi Pacu NTT dapat segera menggelar berbagai pelatihan, khususnya terkait regulasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Terkait persiapan menuju PON NTB–NTT, Umbu Rudi menilai target 10 medali emas dari cabang olahraga pacuan kuda sangat realistis. NTT, kata dia, memiliki potensi besar yang ditopang oleh ketersediaan kuda pacu, lintasan, serta budaya pacuan kuda yang kuat di masyarakat.

“Kita sudah mengagendakan Kejurnas Pacuan Kuda di Sumba Barat pada bulan April mendatang. Stadion pacuan kuda di sana sudah memenuhi syarat, dan enam provinsi telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kompetisi yang rutin dan berkelanjutan akan menunjukkan keseriusan NTT dalam mengembangkan olahraga pacuan kuda, sekaligus mempermudah pengajuan proposal pembangunan stadion dan sarana pendukung berstandar nasional ke pemerintah pusat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KONI NTT, Frans Sarong, memaparkan target perolehan medali emas NTT pada PON NTB–NTT.

Ia menyebutkan, berdasarkan rapat perdana pengurus KONI NTT yang dipimpin langsung Gubernur Melki Laka Lena selaku Ketua KONI NTT, NTT menargetkan 37 medali emas dari seluruh cabang olahraga.

“Semua pengurus cabor diminta menyampaikan potensi medali emas. Totalnya ada 37 emas, dan itu menjadi target awal kita,” ungkap jurnalis senior Kompas yang telah purna bakti tersebut.

Namun, lanjut Frans Sarong, dalam rapat tersebut cabang olahraga pacuan kuda belum menyampaikan proyeksi perolehan medali. Dengan adanya target 10 emas dari Pordasi Pacu NTT, maka target total NTT otomatis meningkat.

“Kalau hari ini Pordasi Pacu menyebut target 10 emas, berarti target kita melonjak menjadi 47 medali emas. Jika tercapai, NTT sangat berpeluang menembus lima besar nasional,” tegasnya.

Menurut Frans Sarong, sebagai tuan rumah PON, target 47 medali emas bukanlah sesuatu yang bombastis. Ia membandingkan dengan capaian NTT pada PON Aceh–Sumatera Utara yang hanya meraih tujuh emas.

“Memang jaraknya jauh, tapi kita optimistis karena potensi atlet dan keuntungan sebagai tuan rumah sangat besar,” pungkasnya.

Pantauan media ini, dalam rapat perdana Pengprov Pordasi Pacu NTT tersebut, sejumlah pengurus turut menyampaikan berbagai masukan strategis demi pembenahan organisasi serta kemajuan olahraga pacuan kuda di NTT. (Yuser)