Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur NTT Panen Raya Jagung di UPTD Kesos Tuna Netra dan Karya Wanita - Baomong.ID

Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur NTT Panen Raya Jagung di UPTD Kesos Tuna Netra dan Karya Wanita

Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur NTT Panen Raya Jagung di UPTD Kesos Tuna Netra dan Karya Wanita

Naibonat,Likurai.— Komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam memperkuat ketahanan pangan di NTT  diwujudkan melalui kegiatan panen raya jagung yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di lahan seluas 3 hektare milik UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita Hitbia serta UPTD Panti Sosial Anak Riang, Naibonat, Kabupaten Kupang, Sabtu (28/02/2028).

Panen raya ini menjadi simbol keberhasilan kerja kolaboratif lintas sektor antara Dinas Sosial dan Dinas Pertanian Provinsi NTT dalam memanfaatkan lahan milik panti sosial untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur NTT hadir didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Drs. Kanisius Mau, MM, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, Kepala UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia dan Karya Wanita dan Kepala UPTD Kesos Riang Anak Naibonat.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menuturkan bahwa pelaksanaan panen raya yang bertepatan dengan turunnya hujan merupakan pertanda baik dan penuh berkat. 

Ia menegaskan bahwa curah hujan yang melimpah harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di NTT.

“Hujan hari ini adalah tanda baik bagi kita semua. NTT sangat membutuhkan air, sehingga masyarakat diharapkan memanfaatkan musim hujan ini untuk terus menanam dan tidak membiarkan lahan tidur,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 produksi padi dan jagung di NTT akan mengalami peningkatan. Namun demikian, hasil tersebut masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan pakan ternak.

“Hasil jagung hari ini sangat bagus dan berkualitas. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik akan menghasilkan panen yang membanggakan,” tambahnya.

Untuk memberikan kepastian pasar bagi petani, Gubernur memastikan bahwa hasil panen jagung akan diserap oleh Perum Bulog dengan harga yang kompetitif. Panen raya ini turut dihadiri Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTT Arrahim Kanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anak-anak panti sosial.

Panen raya dilakukan di lahan seluas 3 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 6,5 ton per hektare. Harga jagung kering disepakati sebesar Rp6.400 per kilogram. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan simbolis hasil panen jagung kepada Bulog sebagai offtaker yang akan menyerap hasil produksi petani.

Meski diguyur hujan, Gubernur NTT bersama rombongan tetap turun langsung ke lahan dan melakukan panen raya sebagai bentuk dukungan nyata kepada petani dan pengelola panti sosial.

Sebagai dukungan lanjutan terhadap peningkatan produktivitas pertanian, Gubernur NTT juga menyerahkan bantuan pompa air kepada Kelompok Tani Tunas Harapan. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan serta mendukung keberlanjutan usaha pertanian di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Drs. Kanisius Mau, MM menjelaskan bahwa panen raya ini merupakan hasil penanaman jagung yang dilakukan pada November 2025 lalu sebagai bagian dari kolaborasi antara Dinas Sosial dan Dinas Pertanian Provinsi NTT.

“Panen raya ini dilakukan di lahan seluas 3 hektare yang berada di dua panti sosial, yakni Panti Tuna Netra Hitbia Kupang dan Panti Anak Riang Naibonat. Setelah panen, langsung dilakukan penanaman untuk musim kedua agar musim hujan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.

Kegiatan panen raya ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perangkat daerah, lembaga sosial, dan petani mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (Yulius)