Kupang, Likurai.com – Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani lokal dengan menyerap hasil panen padi dan jagung masyarakat dengan harga yang kompetitif dan menguntungkan.
Pimpinan Wilayah Bulog NTT, Arrahim Kanam menyampaikan bahwa Bulog siap membeli jagung pipil kering dengan harga Rp6.400 per kilogram dengan standar kadar air 14 persen.
Sementara itu, untuk komoditas padi, Bulog menetapkan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram, dan beras sebesar Rp12.000 per kilogram.
Pernyataan tersebut disampaikan Arrahim Kanam kepada wartawan usai menghadiri Panen Raya Jagung di lahan milik UPTD Kesos Tuna Netra dan Karya Wanita Hitbia Kupang serta UPTD Kesos Anak Riang Naibonat, Sabtu (27/02/2026).
Menurut Arrahim, berdasarkan data produksi pertanian, hasil panen padi dan jagung di NTT pada musim tanam pertama tahun 2025 diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan. Oleh karena itu, Bulog NTT sebagai offtaker siap menyerap hasil panen petani secara maksimal dan berkelanjutan.
“Bulog NTT siap menerima seluruh hasil panen jagung dan padi masyarakat, termasuk hasil panen dari kebun UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia dan Karya Wanita serta UPTD Kesos Anak Riang,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa hasil panen tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT pada kegiatan panen raya yang dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Lebih lanjut, Arrahim Kanan mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Bulog NTT telah menyerap jagung sebanyak 334 ton. Untuk tahun 2026, Bulog menargetkan peningkatan signifikan dengan serapan mencapai 3.300 ton jagung.
“Target ini tentu membutuhkan dukungan masyarakat. Kami mengajak petani untuk memanfaatkan musim hujan dengan menanam jagung maupun padi, karena Bulog siap menjadi penyangga hasil panen,” ujarnya.
Selain penyerapan hasil panen, dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari-hari besar keagamaan, Perum Bulog NTT juga aktif melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan dinas terkait di Kota Kupang.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan.
“Silakan masyarakat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah ini sebagai upaya bersama menjaga keterjangkauan harga dan ketahanan pangan daerah,” pungkas Arrahim. (Yulius)
