Perkuat Ketahanan Pangan, Penyuluh Pertanian Siap Dampingi Petani di NTT - Baomong.ID

Perkuat Ketahanan Pangan, Penyuluh Pertanian Siap Dampingi Petani di NTT

Perkuat Ketahanan Pangan, Penyuluh Pertanian Siap Dampingi Petani di NTT

Kupang, Likurai.com Guna mendukung program ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur, para penyuluh pertanian menyatakan kesiapan untuk terus mendampingi petani yang membutuhkan pendampingan di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Penyuluh Pertanian Provinsi NTT, Jose De Auraujo Freitas, S.Pt., kepada wartawan Likurai.com, Sabtu (27/02/2026).

Jose menjelaskan, hingga saat ini jumlah penyuluh pertanian di Provinsi NTT mencapai 2.277 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan ideal di lapangan.

“Seharusnya setiap desa didampingi oleh satu penyuluh pertanian. Namun karena keterbatasan jumlah, di beberapa wilayah satu penyuluh harus melayani dua bahkan tiga desa sekaligus. Hal ini tentu berpengaruh terhadap efektivitas pendampingan,” ujarnya.

Ia menguraikan, keterbatasan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi di mana tidak semua penyuluh bertugas langsung di lapangan. 

Sebagian penyuluh masih menjalankan tugas sebagai tenaga administrasi di kantor, sehingga beban pendampingan di desa menjadi tidak seimbang.

Meski demikian, Jose menegaskan bahwa penyuluh pertanian yang bertugas di desa tetap aktif mengawal seluruh aktivitas pertanian, mulai dari masa pra-tanam hingga pascapanen. Para petani, kata dia, secara rutin berkoordinasi dengan penyuluh untuk mendapatkan pendampingan teknis.

“Contohnya, sebelum dilakukan panen raya di kebun milik UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita, terlebih dahulu dilakukan ubinan oleh para penyuluh. Hasilnya, produksi jagung pipil basah mencapai 6,9 ton per hektare. 

Jika dikonversi menjadi jagung pipil kering, hasilnya berkisar 4,8 hingga 4,9 ton per hektare,” jelasnya.

Dari dua kebun milik UPTD tersebut, total produksi yang dihasilkan mencapai sekitar 14 ton. Capaian ini, menurut Jose, menunjukkan pentingnya peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia menambahkan, untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan daerah, para penyuluh pertanian selalu siap mendampingi petani di lapangan serta memberikan edukasi yang sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah masing-masing.

“Sebagai penyuluh, kami berperan mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan potensi lokal. 

Di daerah yang ketersediaan airnya terbatas, kami merekomendasikan komoditas yang lebih sesuai dengan kondisi lahan,” pungkasnya.

(Yulius)