BBWS Nusa Tenggara II Teken Kontrak Dua Paket Rehabilitasi Irigasi - Baomong.ID

BBWS Nusa Tenggara II Teken Kontrak Dua Paket Rehabilitasi Irigasi

BBWS Nusa Tenggara II Teken Kontrak Dua Paket Rehabilitasi Irigasi

Kupang, Likurai.com Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melalui Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Nusa Tenggara II resmi melakukan penandatanganan kontrak dua paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk Tahun Anggaran 2026.

Penandatanganan kontrak di lakukan di kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II  pada Jumat, 6 Maret 2026.

Kepada wartawan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Nusa Tenggara II, Ary Murerli menjelaskan bahwa dua paket pekerjaan yang dikontrakkan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan dan pengelolaan air untuk sektor pertanian di wilayah NTT.  Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian serta mendukung ketahanan pangan di daerah.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 terdapat dua paket pekerjaan yang sudah dilakukan penandatanganan kontrak, yaitu  Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI)  Mena di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). 

Pekerjaan ini memiliki output pembangunan sepanjang 14 kilometer jaringan irigasi dengan target outcome mampu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 820 hektare. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Widya Rahmat Karya.

Sementara itu, paket kedua adalah Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi DI Nggorang Sub DI Wae Dongkong di Kabupaten Manggarai Barat.

Pada paket ini, pembangunan ditargetkan menghasilkan jaringan irigasi sepanjang 5,32 kilometer yang diharapkan dapat melayani areal persawahan seluas kurang lebih 763,5 hektare. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Kemuning Jaya Mandiri.

Ary Murerli menegaskan bahwa proyek rehabilitasi Jaringan irigasi ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur sumber daya air yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas pertanian masyarakat.

Menurutnya, dengan perbaikan jaringan irigasi yang ada, distribusi air ke lahan pertanian dapat menjadi lebih optimal sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan hasil produksi pertanian.

“Kami berharap pelaksanaan pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan para penyedia jasa agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pertanian di NTT. (Yuser)