Tahun Anggaran 2026, PPK PAT dan PAB I Tangani Tiga Paket Kegiatan Air Tanah - Baomong.ID

Tahun Anggaran 2026, PPK PAT dan PAB I Tangani Tiga Paket Kegiatan Air Tanah

Tahun Anggaran 2026, PPK PAT dan PAB I Tangani Tiga Paket Kegiatan Air Tanah

Kupang, Likurai.comPada Tahun Anggaran 2026, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PAT dan PAB I pada Satuan Kerja Air Tanah dan Air Baku, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II), menangani tiga paket kegiatan strategis di bidang air tanah guna memperkuat ketahanan air di wilayah Pulau Timor dan sekitarnya.

Hal ini disampaikan oleh PPK PAT dan PAB I, Daud Djami, kepada wartawan Likurai.com. Ia menjelaskan bahwa ketiga paket kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi dan peningkatan sumur air tanah untuk air baku, pembangunan sumur air tanah baru, serta pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), yang sebagian besar akan dilaksanakan secara swakelola.

Menurut Daud Djami, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses air.

“Program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan air. Melalui pembangunan dan rehabilitasi sumur air tanah, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi serta mampu menunjang aktivitas pertanian,” jelasnya.

Untuk paket rehabilitasi dan peningkatan sumur air tanah bagi air baku, kegiatan akan dilaksanakan di empat lokasi, yakni Kelurahan Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang; Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu; Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu; serta Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Sementara itu, pembangunan sumur air tanah baru direncanakan pada dua lokasi, masing-masing di Desa Inbate/Oesena, Kecamatan Bikomi Nilulat/Miomaffo Timur dan Desa Luniup Unina, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Selain itu, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) juga akan dilaksanakan di dua titik, yakni Desa Tainsala, Kecamatan Insana Tengah dan Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Daud  Djami menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah yang masih kekurangan akses air bersih dan layanan irigasi.

“Dengan adanya pembangunan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses air yang lebih baik, sekaligus membantu para petani dalam mengembangkan usaha pertanian mereka,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat agar seluruh program dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal.

Program pembangunan dan rehabilitasi air tanah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air serta meningkatkan pelayanan air bersih dan irigasi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (Yulius)