Kupang, Likurai.com – Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi Tahap III di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah rampung dikerjakan.
Program strategis yang ditangani oleh PT Waskita Karya tersebut telah selesai dan resmi memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) pada 13 Maret 2026.
Rampungnya kegiatan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dasar petani, khususnya ketersediaan air irigasi di NTT.
Pelaksanaan program ini mencakup 14 daerah irigasi yang tersebar di Pulau Timor, Flores, hingga Rote Ndao. Proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan jaringan irigasi yang lebih andal, terutama di wilayah dengan tantangan ketersediaan air seperti NTT.
Projek Manager PT Waskita Karya (Pelaksanaan Inpres Irigasi Tahap III NTT ) Samuelson, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan meliputi dua fokus utama, yakni peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Pada lokasi peningkatan, dilakukan pembangunan jaringan baru guna memperluas cakupan layanan air ke lahan pertanian. Sementara itu, pada lokasi rehabilitasi, dilakukan perbaikan jaringan yang telah mengalami kerusakan agar kembali berfungsi optimal.
“Total ada 14 daerah irigasi yang ditangani. Sebagian dibangun jaringan baru melalui peningkatan, dan sebagian lainnya direhabilitasi agar fungsi irigasinya kembali maksimal,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp17 miliar. Anggaran ini difokuskan pada pembangunan dan perbaikan saluran air, bangunan pelengkap irigasi, serta peningkatan kualitas jaringan agar lebih tahan terhadap kerusakan.
Selama proses pekerjaan berlangsung, pihak pelaksana terus mendorong percepatan penyelesaian agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. Ketersediaan air yang lebih stabil diharapkan mampu mendukung musim tanam, meningkatkan produktivitas, serta meminimalkan risiko gagal panen.
“Kami berupaya agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jaringan irigasi ini bisa segera dimanfaatkan. Harapannya, suplai air menjadi lebih lancar dan berdampak langsung pada peningkatan hasil pertanian,” tambah Samuelson.
Rampungnya proyek Inpres Irigasi Tahap III ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui dukungan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, sektor pertanian di NTT dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (Yulius)
