Paguyuban Besar Lamaholot Kupang Gelar Festival dan Seminar Nasional, Dorong Gagasan Kawasan Ekonomi Khusus Lamaholot - Baomong.ID

Paguyuban Besar Lamaholot Kupang Gelar Festival dan Seminar Nasional, Dorong Gagasan Kawasan Ekonomi Khusus Lamaholot

Paguyuban Besar Lamaholot Kupang Gelar Festival dan Seminar Nasional, Dorong Gagasan Kawasan Ekonomi Khusus Lamaholot

Kupang, Likurai.com — Paguyuban Besar Lamaholot Kupang akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Festival Budaya Lamaholot pada 10–11 April 2026 di Kota Kupang. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendorong gagasan strategis pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lamaholot.

Hal tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Besar Lamaholot Kupang, Don Ara Kian, ST., MT., usai melakukan audiensi dengan Ketua DPRD NTT, Rabu (08/04/2026).

Don Ara Kian menjelaskan, kegiatan akan diawali pada 10 April 2026 dengan Festival Lamaholot yang dibuka melalui Seminar Nasional bertema “Kawasan Ekonomi Khusus Lamaholot”. Seminar ini akan menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Gubernur NTT, Anggota DPR RI Achmad Yohan, serta tiga kepala daerah dari wilayah Lamaholot yakni Bupati Flores Timur, Bupati Lembata, dan Bupati Alor.

Selain itu, akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang juga akan turut serta mengelaborasi konsep tersebut. Hasil seminar nantinya akan dirumuskan oleh tim khusus untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTT sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kawasan khusus Lamaholot.

“Kegiatan seminar ini menjadi langkah awal dalam merumuskan konsep Kawasan Ekonomi Khusus Lamaholot yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” jelas Don Ara Kian.

Memasuki hari kedua, 11 April 2026, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Gebyar Lamaholot dan pameran UMKM khas Lamaholot. Kegiatan ini akan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kota Kupang serta dari Kabupaten Flores Timur, Lembata, dan Alor.

“Jika ingin melihat langsung proses pembuatan jagung titi dan jagung bose, silakan datang dan menyaksikan di arena pameran UMKM khas Lamaholot,” ujar Don.

Puncak acara akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya khas Lamaholot yang melibatkan generasi muda, baik yang berada di Kota Kupang maupun yang didatangkan langsung dari Flores Timur, Lembata, dan Alor. Selain itu, panitia juga akan menghadirkan pemain gambus yang tengah viral dari Kabupaten Flores Timur.

Tak hanya itu, rangkaian kegiatan ini juga akan ditutup dengan pelantikan pengurus Paguyuban Besar Lamaholot Kupang.

Don Arakian menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya Lamaholot di wilayah timur Pulau Flores dan sekitarnya.

Menurutnya, kawasan Lamaholot memiliki potensi wisata unggulan yang telah dikenal luas, seperti Prosesi Semana Santa di Kabupaten Flores Timur, tradisi penangkapan ikan paus di Lamalera, Kabupaten Lembata, serta Festival Dugong di Kabupaten Alor yang didukung kekayaan biota laut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat promosi pariwisata Lamaholot sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan kearifan lokal,” pungkasnya. (Yulius)