Kupang,Likurai.com-SMK Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo, kembali menunjukkan kualitas dan inovasinya dalam ajang Gebyar SMA/SMK tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT. Dalam kegiatan tersebut, sekolah ini menghadirkan beragam produk unggulan hasil karya siswa dari berbagai jurusan.
Kepala SMK Negeri 1 Aesesa, Theresia Uta, SP, kepada wartawan Likurai.com, Sabtu (1/5/2026), menjelaskan bahwa pihaknya membawa sejumlah produk hasil olahan dari tiga jurusan utama, yakni Pertanian, Agribisnis, dan Hortikultura. Produk tersebut meliputi beras, jagung, tepung jagung, kacang hijau, serta aneka olahan pangan lainnya seperti labu, cabai, dan tanaman aquaponik.
Selain itu, sektor perikanan juga turut ditampilkan melalui budidaya ikan lele yang dikelola langsung oleh siswa jurusan perikanan. Tidak ketinggalan, berbagai tanaman hias dan pangan seperti kaktus, puring, serta mikro green jenis kangkung yang dapat dipanen dalam waktu 10 hari turut menarik perhatian pengunjung.
“Kami juga menampilkan alat mesin pertanian sederhana seperti alat pembersih rumput, kompor, jemuran, serta berbagai produk olahan hasil pertanian yang sudah dikemas dan siap dikonsumsi,” ujar Theresia.
Ia menambahkan, SMK Negeri 1 Aesesa memiliki 12 kompetensi keahlian, antara lain agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, ruminansia, unggas, alat mesin pertanian, teknik komputer jaringan, akuntansi, teknik elektro, listrik, energi terbarukan, serta perikanan air tawar.
Dari sisi sumber daya manusia, sekolah ini didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas, dengan 13 orang asesor dan mayoritas guru telah berpendidikan Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2).
Produk olahan yang ditampilkan juga mencakup hasil hewani, nabati, hingga herbal dan perkebunan. Berbagai jenis keripik menjadi salah satu andalan, sementara tren terbaru yang menarik perhatian adalah roti beku yang dibuat dari bahan seperti terigu, cokelat, daun kelor, labu, dan buah naga.
“Hasil olahan yang sudah dikemas ini bisa bertahan hingga tiga bulan jika disimpan dalam kulkas,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga mengolah hasil pertanian seperti labu dan singkong menjadi aneka stik yang siap dikonsumsi. Hingga saat ini, jumlah siswa di SMK Negeri 1 Aesesa tercatat sebanyak 530 orang.
Theresia juga mengungkapkan bahwa tahun 2026 merupakan kali kedua sekolahnya mengikuti ajang Gebyar SMA/SMK tingkat provinsi. Pada tahun sebelumnya, SMK Negeri 1 Aesesa berhasil meraih juara pertama, sehingga keikutsertaan tahun ini diharapkan mampu mempertahankan prestasi tersebut.
Sementara itu, Sekretaris DPRD NTT, Alfonsius Watu Raka, SE., MM, yang mengunjungi langsung stand SMK Negeri 1 Aesesa, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan inovasi para siswa.
Menurutnya, produk-produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai edukatif, tetapi juga bernilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan lebih luas di masyarakat.
“Ini bukti bahwa SMK mampu mencetak generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan mengelola potensi daerah secara mandiri,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus di gelar sebagai wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi, sekaligus memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Dengan berbagai inovasi yang ditampilkan, SMK Negeri 1 Aesesa semakin menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Yulius)
