Kupang,Likurai.com-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong UMKM naik kelas melalui penyelenggaraan Aksi Kreasi Flobamorata yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026 di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.
Kegiatan ini merupakan program inkubasi UMKM berbasis kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, serta lembaga keuangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Ibu Vera Christina Sirait Asadoma, bersama perwakilan perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, asosiasi usaha, dan sektor perbankan.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem UMKM secara terintegrasi.
Pengembangan UMKM merupakan salah satu pilar strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Analis Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM, KI, dan Syariah, Reyza Lisembina Budiarjo, menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga pada transformasi kualitas pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Program inkubasi ini dirancang untuk memperkuat aspek fundamental UMKM, mulai dari legalitas usaha, pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan digitalisasi dalam proses bisnis.
Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas peran aktif Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM daerah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal.
Aksi Kreasi Flobamorata merupakan program inkubasi UMKM berbasis kurasi yang dirancang secara menyeluruh (end-to-end), mulai dari proses seleksi, kurasi produk, pembelajaran klasikal (in-class learning), pendampingan intensif, hingga monitoring pasca pelatihan.
Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui dua skema utama, yaitu matriculation learning untuk penguatan dasar kewirausahaan dan segmented learning yang disesuaikan dengan karakteristik komoditas.
Materi yang diberikan mencakup penguatan kewirausahaan, digitalisasi proses bisnis, manajemen keuangan, serta perlindungan konsumen, dengan melibatkan narasumber dari otoritas keuangan, kementerian/lembaga, akademisi, dan praktisi.
Sebanyak 64 UMKM terpilih mengikuti program ini, terdiri dari 18 UMKM sektor pertanian dan 46 UMKM sektor unggulan dan jasa.
Seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat dan dinilai memiliki potensi untuk ditingkatkan skala usahanya. Untuk memastikan keberlanjutan program, Bank Indonesia Provinsi NTT bersama mitra akan melakukan monitoring dan evaluasi selama tiga bulan pasca pelatihan guna memastikan implementasi hasil inkubasi dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Selain itu, Bank Indonesia turut mendorong sinergi dengan sektor perbankan dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga UMKM yang telah dibina dapat menjadi lebih bankable dan mampu mengakses sumber pendanaan formal.
Ke depan, Aksi Kreasi Flobamorata diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem UMKM di Provinsi NTT.
Melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan rantai nilai, serta perluasan akses pasar, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (Humas BI/ Yuser)
