Butuh Rp1,1 Triliun Untuk Tuntaskan Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang - Baomong.ID

Butuh Rp1,1 Triliun Untuk Tuntaskan Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang

Butuh Rp1,1 Triliun Untuk Tuntaskan Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang

Kupang, Likurai.com Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II Provinsi NTT, masih membutuhkan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk dapat menyelesaikan secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST., M.PSDA, kepada wartawan Likurai.com, Selasa (05/05/2026).

Parlinggoman menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan tambahan anggaran kepada Pemerintah Pusat guna mempercepat penyelesaian proyek strategis tersebut. 

Menurutnya, Bendungan Manikin memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan air serta pengembangan sektor pertanian di wilayah NTT, khususnya di Kabupaten Kupang.

“Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran yang tersedia untuk dua paket pembangunan Bendungan Manikin sebesar Rp75 miliar. Jumlah ini masih jauh dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk menuntaskan seluruh pekerjaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BBWS Nusa Tenggara II telah menyusun skema pembiayaan bertahap dan mengajukannya ke pemerintah pusat. Untuk tahun 2026, pihaknya mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp400 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2027 diusulkan sebesar Rp350 miliar, dan tahun 2028 sebesar Rp350 miliar.

Menurut Parlinggoman, apabila usulan anggaran tersebut dapat disetujui dan direalisasikan sesuai rencana, maka pembangunan Bendungan Manikin ditargetkan dapat rampung pada tahun 2028.

“Dengan dukungan anggaran yang memadai dan tepat waktu, kami optimistis pembangunan Bendungan Manikin dapat diselesaikan sesuai target, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Manikin juga memaparkan perkembangan terkini progres pekerjaan hingga 5 Mei 2026. Berdasarkan data yang disampaikan, progres total konstruksi bendungan menunjukkan capaian yang relatif mendekati target.

Untuk progres keuangan secara keseluruhan, realisasi mencapai 66,170 persen dari rencana 69,219 persen, dengan deviasi minus 3,048 persen. Sedangkan progres fisik tercatat 69,158 persen dari rencana 69,219 persen, atau hanya mengalami deviasi minus 0,060 persen.

Jika dirinci per paket pekerjaan, pada Paket 1 yang dikerjakan oleh WIKA–ADHI–JAYA KSO, progres keuangan mencapai 43,373 persen dari rencana 44,771 persen, dengan deviasi minus 1,398 persen. Sementara progres fisik berada di angka 44,726 persen dari rencana 44,771 persen, atau deviasi minus 0,044 persen.

Adapun untuk Paket 2 yang dikerjakan oleh PP–ASHFRI–MINARTA KSO, progres keuangan tercatat 92,080 persen dari rencana 97,004 persen, dengan deviasi minus 4,925 persen. Sedangkan progres fisik telah mencapai 96,926 persen dari rencana 97,004 persen, atau deviasi minus 0,078 persen.

Bendungan Manikin diharapkan menjadi salah satu infrastruktur vital di NTT yang mampu mendukung penyediaan air baku, irigasi pertanian, serta pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya. 

Selain itu, keberadaan bendungan ini  dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Yulius)