Kupang,Likurai.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur terus memperkuat kemantapan infrastruktur jalan nasional di Pulau Flores melalui kegiatan Preservasi ruas Bts. Kota Ruteng – Malwatar – Labuan Bajo pada tahun 2026.
Penanganan ruas jalan tersebut dilaksanakan oleh PPK 3.2 Provinsi NTT pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi NTT sebagai bagian dari upaya menjaga konektivitas menuju kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Ruas jalan nasional ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Flores sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan preservasi telah mencapai sekitar 21 persen.
Pekerjaan tersebut ditangani oleh kontraktor pelaksana PT Anugerah Nuasa Kasih (ANK) yang terus melakukan berbagai persiapan teknis dan pekerjaan lapangan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Provinsi NTT, Parsaoran Samosir, ST mengatakan, pada tahun anggaran 2026 BPJN NTT menangani empat kegiatan utama preservasi pada ruas jalan nasional tersebut.
“Empat kegiatan utama yang dikerjakan yakni holding, rutin kondisi, rehabilitasi minor, dan rehabilitasi jembatan,” ujar Parsaoran kepada wartawanLikurai.com, Kamis (6/5/2026).
Menurutnya, penanganan dilakukan pada sejumlah titik atau spot ruas jalan yang mengalami penurunan kondisi agar kemantapan jalan nasional tetap terjaga serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Ia menjelaskan, preservasi jalan merupakan langkah strategis dalam mempertahankan kualitas layanan jalan nasional.
Melalui penanganan rutin dan rehabilitasi berkala, kondisi jalan diharapkan tetap optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat maupun sektor pariwisata di Flores.
Selain pekerjaan jalan, BPJN NTT juga melakukan rehabilitasi satu jembatan penting di ruas tersebut. Rehab jembatan tersebut dilakukan untuk memastikan struktur jembatan tetap aman dan layak dilalui kendaraan, terutama pada jalur dengan intensitas lalu lintas yang terus meningkat menuju di Labuan Bajo.
Sementara itu, kegiatan rehabilitasi minor menjadi salah satu pekerjaan dominan dalam paket preservasi tahun ini. Penanganan dilakukan menggunakan metode overlay satu lapis pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan permukaan maupun penurunan kualitas perkerasan.
Melalui pekerjaan overlay tersebut, permukaan jalan diharapkan kembali mulus sehingga mampu meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus memperpanjang usia layanan jalan nasional.
General Superintendent (GS) PT Anugerah Nuasa Kasih, Agung Parayuda mengatakan, ketersediaan material khususnya aspal saat ini masih mencukupi untuk mendukung tahapan pekerjaan preservasi jalan yang sedang berjalan.
Menurutnya, stok material khususnya aspal telah tersedia untuk kebutuhan pekerjaan.
“Walai demikian, kita akan menghitung lagi kebutuhan aspal untuk kegiatan Preservasi jalan tersebut. Jika ketersediaan material aspal masih kurang maka kita akan mengadakan lagi agar pekerjaan berjalan lancar,” ungkap Agung.
Ia menegaskan, pihak pelaksana berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan agar hasil preservasi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pengguna jalan.
Upaya preservasi ruas Bts. Kota Ruteng – Malwatar – Labuan Bajo ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Flores yang terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi pariwisata nasional.
(Yulius)
