Kupang, Likurai.com--Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melalui Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) Nusa Tenggara II terus melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan pelayanan pengelolaan sumber daya air bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan pada tahun 2026 yakni pembangunan jembatan gantung sepanjang 15 meter di kawasan Bendungan Wairita, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembangunan jembatan gantung tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA IV Nusa Tenggara II sebagai sarana penunjang operasional bendungan, khususnya untuk mempermudah akses petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) dalam menjalankan tugas pengelolaan bendungan.
Sebelumnya, saat debit air meningkat atau terjadi banjir, petugas OP harus melewati jalur alternatif dengan jarak tempuh mencapai 7 hingga 8 kilometer untuk menuju lokasi pengawasan bendungan. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan berpotensi menghambat mobilitas petugas dalam menjalankan tugas di lapangan.
Demikian disampaikan PPK OP SDA IV Nusa Tenggara II, Lalu Siswandi, ST., MT., kepada wartawan Likurai.com, Senin (11/05/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung tersebut sangat membantu mobilitas petugas OP dalam melakukan pemantauan, pengawasan, serta pengoperasian Bendungan Warita secara lebih cepat, efektif, dan efisien.
“Pembangunan jembatan gantung ini bertujuan untuk mempermudah akses petugas OP yang bertugas di Bendungan Warita, sehingga pelayanan air kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, baik untuk kebutuhan air baku maupun untuk mengairi lahan pertanian masyarakat di Desa Hoder dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, infrastruktur pendukung seperti jembatan penyeberangan memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran operasional bendungan, terutama untuk mempercepat akses menuju titik-titik pemantauan dan pengawasan di area bendungan.
Lalu Siswandi menambahkan, pembangunan jembatan gantung tersebut kini telah rampung 100 persen dan mulai dimanfaatkan oleh petugas OP dalam menunjang aktivitas sehari-hari di Bendungan Warita.
Selain mendukung operasional bendungan, keberadaan jembatan gantung dengan desain menarik dan warna mencolok itu juga mulai menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.
“Selain digunakan oleh petugas OP, jembatan ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana penunjang pariwisata lokal di kawasan Bendungan Wairita,” tambahnya.
Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, diharapkan pelayanan pengelolaan sumber daya air di Bendungan Wairita semakin optimal, sehingga manfaat bendungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan air bersih dan sektor pertanian di Kabupaten Sikka.(Yulius)
