Kupang, Likurai.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui PPK 2.4 Provinsi NTT pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT terus menggenjot pelaksanaan dua paket kegiatan strategis yang di ditangani pada Tahun Anggaran 2026 di ruas Jalan Nasional Sabuk Merah Perbatasan Sektor Barat.
Hingga pertengahan Mei 2026, progres pelaksanaan dua paket kegiatan yakni Preservasi Jalan Oepoli–Saenam–Napan dan Sp. Amol–Manamas–Wini serta Penggantian Jembatan Lelone masing-masing melampaui target yang telah ditetapkan.
Hal tersebut disampaikan PPK 2.4 Provinsi NTT, Dirmala, ST kepada wartawan Likurai.com, Senin (18/5/2026).
Mantan PPK Perencanaan jalan dan jembatan ini menjelaskan, alokasi anggaran untuk paket Preservasi Jalan Oepoli–Saenam–Napan dan Sp. Amol–Manamas–Wini sebesar Rp14,2 miliar.
Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 35,39 persen dari target rencana sebesar 9,93 persen sehingga mengalami deviasi positif sebesar 25,46 persen.
Sementara itu, alokasi anggaran untuk paket Penggantian Jembatan Lelone sebesar Rp5,2 miliar. Progres fisik pekerjaan saat ini mencapai 25,63 persen dari target rencana 24,20 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 1,43 persen.
Menurut Dirmala, capaian progres tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan menjaga kemantapan infrastruktur jalan nasional, khususnya di kawasan perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste.
“Kami terus mendorong pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai mutu, waktu dan target yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dan sekitarnya.
Selain meningkatkan aksesibilitas masyarakat, pembangunan dan preservasi jalan nasional di kawasan perbatasan juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas strategis serta menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di daerah terluar Nusa Tenggara Timur.(Yulius)
