BPJN NTT Bangun Jembatan Gantung Yang Menghubungkan Pulau Usu–Rote Ndao - Baomong.ID

BPJN NTT Bangun Jembatan Gantung  Yang Menghubungkan Pulau Usu–Rote Ndao

BPJN NTT Bangun Jembatan Gantung Yang Menghubungkan Pulau Usu–Rote Ndao

Kupang, Likurai.comBalai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui PPK 1.2 Provinsi NTT yang mulai merealisasikan pembangunan jembatan gantung penghubung Pulau Usu dan Pulau Rote Ndao di Desa Daimana, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao.

Pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi jawaban atas harapan dan kerinduan masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses transportasi antarpulau.

Selama ini, masyarakat Pulau Usu, termasuk anak-anak sekolah, harus menggunakan perahu untuk menyeberang menuju Pulau Rote Ndao guna beraktivitas maupun mengakses fasilitas pendidikan.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama saat cuaca buruk dan gelombang laut tinggi. Karena itu, kehadiran jembatan gantung ini diharapkan mampu memberikan rasa aman, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan kepulauan.

Menariknya, jembatan gantung Usu–Rote Ndao ini menjadi jembatan gantung pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dibangun melintasi laut.

Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan pembangunan hingga ke daerah terluar dan kepulauan.

PPK 1.2 Provinsi NTT, Audrian Ramanta Herdy,ST.,M.Sc menjelaskan, pembangunan jembatan saat ini telah memasuki tahap pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, pembangunan dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan, yakni paket bangunan bawah dan bangunan atas berupa pengadaan serta pemasangan rangka jembatan.

“Pekerjaan bangunan bawah dan bangunan atas dilakukan secara bersama-sama karena kemajuan progres bangunan atas tergantung pada bangunan bawah,” jelasnya kepada wartawan Likurai.com.

Ia mengatakan, struktur bangunan bawah menggunakan fondasi tapak dengan kedalaman mencapai empat meter guna memastikan kekuatan konstruksi jembatan di kawasan pesisir.

Jembatan gantung tersebut memiliki bentang sepanjang 100 meter dengan material yang dirancang tahan terhadap korosi minimal selama 10 tahun. Untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap kondisi lingkungan laut, rangka jembatan nantinya dilapisi tiga lapisan cat khusus antikarat.

Saat ini, pekerjaan di lapangan masih difokuskan pada tahap persiapan pembesian sambil menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan komposisi pengecoran sesuai standar teknis.

Adapun lingkup pekerjaan yang ditangani meliputi pembangunan bangunan atas, bangunan bawah, hingga pembangunan jalan akses menuju jembatan. Pada paket bangunan bawah, pekerjaan mencakup pembangunan fondasi dan jalan akses, sedangkan paket bangunan atas meliputi pabrikasi material, pengiriman material ke lokasi, hingga pemasangan rangka jembatan gantung.

Untuk mendukung pembangunan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp13 miliar lebih yang terbagi dalam dua paket pekerjaan, yakni sekitar Rp8 miliar untuk bangunan bawah dan Rp5 miliar lebih untuk bangunan atas.

Pembangunan jembatan gantung Usu–Rote Ndao ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026. Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperlancar akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang pengembangan kawasan kepulauan di Kabupaten Rote Ndao. (Yulius)