Kementerian PU melalui BPBPK NTT Serahterima 460 Unit Rumah Tahap IV bagi Warga Pejuang Timor Timur dan Warga Lokal - Baomong.ID

Kementerian PU melalui BPBPK NTT Serahterima 460 Unit Rumah Tahap IV bagi Warga  Pejuang Timor Timur dan Warga Lokal

Kementerian PU melalui BPBPK NTT Serahterima 460 Unit Rumah Tahap IV bagi Warga Pejuang Timor Timur dan Warga Lokal

Kupang, Likurai.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Nusa Tenggara Timur melakukan serah terima kunci dan Penghunian Tahap IV Rumah Khusus yang ditandai dengan penyerahan 460 unit rumah kepada para penerima manfaat di kawasan pembangunan Rumah Khusus 2.100 unit, Senin (25/5/2026).

Penyerahan hunian dan kunci dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Sanam, ST, didampingi Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Nusa Tenggara Timur, Didik Wahyudi, ST.,M.Sc serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FPKT), Eurico Guterres.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Sanam, ST, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang telah merealisasikan program strategis tersebut di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, pembangunan kawasan Rumah Khusus tidak hanya menghadirkan tempat tinggal bagi masyarakat, tetapi juga membuka harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang telah membangun rumah-rumah ini. Program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak," ujar Mateldius.

Ia menambahkan, keberadaan kawasan perumahan tersebut diharapkan dapat menjadi lingkungan yang harmonis, produktif, dan mampu mempererat kebersamaan antara masyarakat eks Pejuang Timor Timur dan warga lokal. Karena itu, para penghuni diminta menjaga serta merawat rumah yang telah diberikan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Rumah ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol harapan dan masa depan yang lebih baik. Kami berharap seluruh penghuni dapat menjaga lingkungan ini dengan baik, membangun kebersamaan, serta menjadikannya sebagai tempat yang nyaman untuk membesarkan keluarga," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBPK Nusa Tenggara Timur, Didik Wahyudi mengatakan, dari total 2.100 unit rumah yang direncanakan, sebanyak 1.459 unit telah diserahterimakan kepada masyarakat melalui beberapa tahap penghunian, termasuk 460 unit yang diserahkan pada Tahap IV. Sedangkan sisanya akan diselesaikan melalui Tahap V dan Tahap VI.

"Untuk Tahap V sebanyak 539 unit rumah saat ini sedang diajukan untuk pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. Setelah proses pemeriksaan selesai dan rekomendasi diterbitkan, rumah-rumah tersebut akan segera diserahkan kepada masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk Tahap VI yang mencakup 109 unit rumah, proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Saat ini masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan dan perbaikan ringan yang sedang dirampungkan oleh kontraktor pelaksana sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kalau Tahap V sebenarnya sudah selesai dan tinggal menunggu pemeriksaan. Sementara Tahap VI masih ada beberapa pekerjaan perbaikan ringan yang sedang dirampungkan," ujarnya.

Selain fokus pada penyelesaian pembangunan rumah, BPBPK NTT juga terus melakukan penataan infrastruktur kawasan guna meningkatkan kenyamanan masyarakat penghuni. Salah satu pekerjaan yang menjadi prioritas adalah perbaikan jalan lingkungan yang mengalami kerusakan akibat proses pembangunan dan mobilisasi material.

Didik menjelaskan, pekerjaan perbaikan jalan dijadwalkan dimulai pada Juni hingga Juli 2026 setelah seluruh proses mobilisasi alat dan material selesai dilakukan. Pekerjaan tersebut meliputi patching, overlay, hingga pengaspalan ulang pada sejumlah ruas jalan di kawasan perumahan.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan rumah yang layak, tetapi juga didukung oleh infrastruktur kawasan yang memadai. Karena itu, perbaikan jalan menjadi bagian dari komitmen kami untuk menyempurnakan kawasan perumahan ini sehingga benar-benar nyaman untuk dihuni," tegasnya.

Ia berharap setelah seluruh pekerjaan pembangunan dan penataan kawasan selesai, kawasan Rumah Khusus Pejuang Timor Timur di Kabupaten Kupang dapat berkembang menjadi kawasan permukiman yang tertata, nyaman, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FPKT), Eurico Guterres, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan rumah khusus bagi masyarakat eks Pejuang Timor Timur.

Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan rumah yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab serta menjadikannya sebagai fondasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan program ini. Rumah-rumah yang dibangun ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga simbol perhatian negara dan harapan baru bagi ribuan keluarga eks Pejuang Timor Timur," ungkapnya. (Yulius)