Kupang, Likurai.com – Pekerjaan Preservasi Jalan Nasional Batas Kota Kefamenanu –Halilulik – Atambua – Motaain terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga minggu ke-18 pelaksanaan pekerjaan, progres fisik paket tersebut telah mencapai 44,52 persen, melampaui rencana yang ditetapkan sebesar 30,94 persen.
Hal ini disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rianto, ST., MT, kepada wartawan Likurai.com, Rabu (10/6/2026).
Rianto menjelaskan, paket pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur, tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp23,5 Miliar dengan masa pelaksanaan 326 hari kalender.
“Untuk progres pekerjaan sampai dengan minggu ke-18 ini, realisasi fisik sudah mencapai 44,52 persen dari rencana 30,94 persen, sehingga terdapat deviasi positif sekitar 13,57 persen,” jelas Rianto.
Menurutnya, pekerjaan preservasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan nasional agar tetap mantap, aman, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya jalur strategis yang menghubungkan wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu hingga kawasan perbatasan negara.
Adapun pekerjaan yang sedang dilaksanakan meliputi penanganan jalan dengan pekerjaan AC-WC aspal beton, rehabilitasi minor, serta pemeliharaan dan pengecatan sejumlah jembatan pada ruas jalan tersebut.
“Pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana. Saat ini tim pelaksana terus mengoptimalkan pekerjaan di lapangan dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian,” ujar Rianto.
Ia menambahkan, keberadaan ruas jalan Batas Kota Kefamenanu–Halilulik–Atambua–Motaain memiliki peran penting karena menjadi jalur konektivitas utama menuju kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
“Preservasi jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kemantapan jalan nasional, memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” katanya.
Rianto juga mengimbau masyarakat pengguna jalan agar tetap berhati-hati selama proses pekerjaan berlangsung karena terdapat aktivitas alat berat dan pekerjaan konstruksi di beberapa titik.
“Kami mengharapkan dukungan masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat NTT, khususnya pengguna jalan di wilayah perbatasan,” pungkasnya.
Paket pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh kontraktor PT. Hepi Jaya Abadi dengan konsultan pengawas PT. Maha Charisma Adiguna KSO, dengan pengawasan berkelanjutan agar hasil pekerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. (Yulius)
