Kupang, Likurai.com – Harapan masyarakat Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, untuk memiliki akses jalan yang layak menuju kawasan pertanian terjawab.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT pada Tahun Anggaran 2026 membangun Jalan Akses Pertanian di Desa Raknamo yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
Kehadiran infrastruktur jalan ini dinilai sebagai jawaban atas aspirasi warga yang disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) saat mengunjungi lokasi pertanian di Desa Manusak dan Raknamo pada tahun 2025 yang lalu.
Kepala Desa Raknamo, Agusto Fernandez, kepada wartawan Likurai.com, Jumat (12/6/2026), mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan kabar gembira bagi seluruh masyarakat Desa Raknamo, khususnya para petani yang menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Raknamo, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang telah merealisasikan pembangunan jalan menuju kawasan pertanian. Ini merupakan aspirasi masyarakat yang sudah lama diperjuangkan dan akhirnya dapat diwujudkan,” ujarnya.
Menurut Agusto, selama ini kondisi jalan menuju kawasan pertanian masih berupa lapen dan pada sejumlah titik mengalami kerusakan yang cukup parah. Ketika musim hujan tiba, jalan sering berlumpur dan tergenang air sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengakses lahan pertanian.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas para petani sering terganggu, terutama dalam mengangkut hasil panen menuju pasar maupun ke pusat-pusat distribusi lainnya. Bahkan tidak jarang petani harus mengeluarkan biaya tambahan karena sulitnya akses transportasi menuju kawasan pertanian.
“Kalau musim hujan, masyarakat sangat kesulitan menuju lokasi pertanian karena jalan menjadi licin, berlumpur, dan terdapat genangan air. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Agusto, pembangunan jalan yang kini sedang dilaksanakan menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperlancar distribusi hasil panen.
Ia menambahkan, masyarakat Raknamo sangat mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut dan berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu serta sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Masyarakat tentu berharap kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan agar jalan ini dapat bertahan lama dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Agusto juga mengungkapkan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan pertanian tersebut sebelumnya telah menjadi usulan masyarakat melalui berbagai forum perencanaan pembangunan desa. Bahkan, pemerintah desa pernah berupaya mengusulkannya melalui pendanaan desa, namun keterbatasan anggaran membuat pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan.
“Karena itu kami sangat bersyukur ketika Pemerintah Pusat melalui BPJN NTT mengambil langkah untuk membangun jalan ini. Aspirasi masyarakat yang selama ini diperjuangkan akhirnya terjawab,” ungkapnya.
Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian, pembangunan jalan tersebut juga diyakini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan akses yang semakin baik, biaya transportasi dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih cepat.
Berdasarkan data proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, pembangunan Jalan Akses Desa Raknamo memiliki nilai kontrak sebesar Rp11.246.335.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Hutama Mitra Nusantara (HMN) sebagai kontraktor pelaksana, sementara pengawasan dilakukan oleh PT Directatama Karya KSO PT Geometrik Senja Konsultan.
Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 21 Mei 2026 dengan Nomor Kontrak HK0201/T/BPJN11.6.1/2026/380, dan pada tanggal yang sama diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Proyek pembangunan jalan tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.
Jalan yang dibangun sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu akan ditingkatkan menjadi jalan berlapis hotmix, menggantikan kondisi jalan sebelumnya yang masih berupa lapen. Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan pertanian, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga.
Kawasan pertanian Desa Raknamo sendiri merupakan salah satu sentra pertanian yang memiliki potensi cukup besar di Kabupaten Kupang. Wilayah ini bahkan pernah mendapat perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan Menteri Pekerjaan Umum pada tahun 2025 lalu.
Dengan dimulainya pembangunan Jalan Akses Pertanian Desa Raknamo, masyarakat berharap sektor pertanian di wilayah tersebut semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Kehadiran infrastruktur yang memadai juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Pusat dalam mendukung pembangunan pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.
(Yulius)
