Penyempurnaan Konstruksi Bendungan Temef di Kabupaten TTS Terus Dikebut, Progres Fisik Capai 21 Persen - Baomong.ID

Penyempurnaan Konstruksi Bendungan Temef di  Kabupaten TTS Terus Dikebut, Progres Fisik Capai 21 Persen

Penyempurnaan Konstruksi Bendungan Temef di Kabupaten TTS Terus Dikebut, Progres Fisik Capai 21 Persen

Kupang, Likurai.com Pekerjaan penyempurnaan konstruksi Bendungan Temef yang berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II pada tahun anggaran 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga memasuki saat ini, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 21 persen.

Penyempurnaan konstruksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan Bendungan Temef memiliki tingkat keamanan dan keandalan yang optimal, sehingga dapat berfungsi secara maksimal dalam mendukung penyediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, serta kebutuhan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan I, Heru Mukti Wijaya, mengatakan pekerjaan yang saat ini sedang dilaksanakan difokuskan pada penanganan sejumlah titik longsoran di area bendungan, khususnya di sekitar saluran pelimpah (spillway).

"Progres fisik penyempurnaan konstruksi Bendungan Temef hingga minggu ketiga Juni 2026 telah mencapai 21 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penanganan longsoran di beberapa titik strategis agar konstruksi bendungan semakin aman dan kokoh," ujar Heru kepada wartawan Likurai.com.

Ia menjelaskan, salah satu pekerjaan utama yang sedang dikerjakan adalah penanganan longsoran pada sisi kiri saluran pelimpah menggunakan metode Soldier Pile. Metode ini dipilih karena dinilai efektif dalam memperkuat lereng dan mencegah terjadinya pergerakan tanah yang berpotensi mengganggu stabilitas konstruksi.

Selain itu, tim pelaksana juga melakukan perbaikan longsoran pada bagian hulu inlet saluran pelimpah melalui pelandaian galian dengan kemiringan 1:2,5. Pekerjaan tersebut diperkuat dengan pemasangan bronjong sebagai penahan tanah, serta penanaman vegetasi untuk mengurangi risiko erosi sekaligus menjaga kestabilan lereng dalam jangka panjang.

Menurut Heru, seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan tahapan teknis yang telah direncanakan. Pihaknya juga terus melakukan pengawasan secara intensif agar mutu pekerjaan tetap terjaga dan target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Dengan penyempurnaan konstruksi ini, kami berharap Bendungan Temef dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pertanian, penyediaan air baku, serta meningkatkan ketahanan sumber daya air di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan wilayah sekitarnya," pungkasnya. (Yulius)