Membangun Ketangguhan Terhadap Bencana Menjadi Fondasi Utama Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di NTT - Baomong.ID

Membangun Ketangguhan Terhadap Bencana Menjadi Fondasi Utama Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di NTT

Membangun Ketangguhan Terhadap Bencana Menjadi Fondasi Utama Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di NTT

Kupang,Likurai.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa membangun ketangguhan terhadap bencana merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, tangguh, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. 

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) Provinsi NTT Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Harper Hotel Timor, Kupang, Kamis (18/6/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Endy Suharmanto, Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB Pangarso Suryotomo, Plt. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT Piet Seran Tahuk, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kupang Charles Banamtuan, serta jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di bidang kebencanaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa di balik potensi alam, kekayaan budaya, dan semangat masyarakat yang dimiliki NTT, provinsi ini juga menghadapi tingkat kerentanan bencana yang sangat tinggi. Berbagai ancaman seperti kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, gempa bumi, hingga tsunami menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi secara bersama-sama.

"NTT adalah provinsi kepulauan yang diberkahi keindahan alam, kekayaan budaya, dan masyarakat yang tangguh. Namun, kita juga harus menyadari bahwa NTT merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Karena itu, upaya membangun ketangguhan masyarakat harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah," ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, bencana bukan lagi peristiwa yang jauh dari kehidupan masyarakat NTT. Krisis air bersih, gagal panen akibat kekeringan, terganggunya aktivitas nelayan karena cuaca ekstrem, hingga rusaknya infrastruktur akibat banjir dan longsor merupakan persoalan yang secara langsung memengaruhi kehidupan dan perekonomian masyarakat.

Oleh sebab itu, Gubernur Melki menekankan bahwa pembangunan ketangguhan bencana harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.

"Membangun ketangguhan bencana sesungguhnya adalah membangun ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan ekonomi keluarga, dan masa depan masyarakat NTT. Membangun ketahanan bencana adalah fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah. Hal ini tidak boleh hanya menjadi urusan BPBD atau pemerintah semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Ketangguhan harus menjadi budaya yang tertanam dalam setiap proses perencanaan pembangunan, pengelolaan lingkungan, peningkatan pelayanan dasar, dan perlindungan masyarakat," tegasnya.

Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atas inisiasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah hingga ke tingkat kecamatan.

Menurutnya, kecamatan memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan memperkuat kapasitas kecamatan, koordinasi lintas sektor dapat berjalan lebih efektif serta kesiapsiagaan masyarakat dapat dibangun sebelum bencana terjadi.

"Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik Gerakan KENCANA karena mampu memperkuat peran kecamatan dalam menggerakkan desa dan kelurahan, membangun koordinasi lintas sektor, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana," katanya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menjelaskan bahwa melalui dukungan Program SIAP SIAGA, Pemerintah Provinsi NTT telah melaksanakan uji coba Gerakan KENCANA sejak Agustus 2025 di 10 kecamatan percontohan yang berada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Selanjutnya, sejak April 2026 program tersebut diperluas ke tiga kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh 10 kecamatan percontohan tersebut kini telah berhasil meraih Status KENCANA Pratama, sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh.

"Hari ini kita patut bersyukur karena komitmen tersebut telah membuahkan hasil. Sepuluh kecamatan percontohan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang berhasil mencapai Status KENCANA Pratama. Keberhasilan ini menjadi modal penting untuk memperluas implementasi Gerakan KENCANA di wilayah lain di NTT," ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan tiga pesan penting sebagai arah penguatan ketangguhan daerah menghadapi bencana.

Pertama, membangun budaya gotong royong sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kedua, menjadikan kecamatan yang telah meraih Status KENCANA Pratama sebagai pusat pembelajaran dan rujukan bagi kecamatan lain. Ketiga, mengintegrasikan aspek ketangguhan bencana ke dalam seluruh agenda pembangunan daerah agar setiap program pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kesiapsiagaan, ketahanan, dan keselamatan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atas keberhasilan 10 kecamatan percontohan dalam meraih Status KENCANA Pratama.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana berbasis kecamatan sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat NTT yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.

(Humas Biro AP Provinsi NTT/Yulius)