Kupang,Likurai.com- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi NTT terus mengintensifkan pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan nasional.
Hingga kini, tingkat kemantapan jalan nasional yang menjadi tanggung jawab Satker PJN Wilayah III Provinsi NTT tercatat telah mencapai 94 persen.
Capaian tersebut menunjukkan komitmen BPJN NTT dalam memastikan ruas-ruas jalan nasional tetap berada dalam kondisi mantap sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang, menekan biaya logistik, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Flores.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi NTT, Aan Marandius, S.T.,M.T., mengatakan bahwa untuk mempertahankan tingkat kemantapan jalan tersebut, pada Tahun Anggaran 2026 pihaknya tengah melaksanakan tiga paket preservasi jalan dan jembatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Kabupaten Ngada.
"Kami terus berupaya menjaga agar seluruh ruas jalan nasional tetap berada dalam kondisi mantap melalui pekerjaan preservasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati infrastruktur jalan yang aman, nyaman, dan andal sebagai penunjang aktivitas sosial maupun ekonomi," ujar Aan Marandius kepada wartawan Likurai.com, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, paket pertama yakni Preservasi Jalan Nasional Ruas Labuan Bajo – Malwatar – Batas Kota Ruteng saat ini telah mencapai realisasi fisik sebesar 48 persen. Paket ini menjadi salah satu pekerjaan strategis karena berada pada koridor utama menuju kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo.
Sementara itu, paket kedua yaitu Preservasi Jalan Nasional Ruas Ruteng – Reo – Kedindi hingga KM 210 menunjukkan perkembangan paling signifikan dengan progres fisik mencapai 77 persen.
Adapun paket ketiga, Preservasi Jalan Nasional Ruas KM 210 – Bajawa – Gako, hingga saat ini telah mencapai realisasi fisik sebesar 65 persen dan terus dikerjakan sesuai target yang telah ditetapkan.
Menurut Aan, seluruh ruas jalan nasional yang menjadi tanggung jawab Satker PJN Wilayah III memiliki panjang lebih dari 360 kilometer yang membentang mulai dari Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat hingga Kabupaten Ngada.
Ruas tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan pusat-pusat pemerintahan, kawasan permukiman, sentra pertanian, destinasi pariwisata, hingga pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, preservasi jalan dilakukan secara berkala untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap mantap, memperpanjang umur layanan perkerasan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mengurangi potensi kerusakan yang lebih berat di kemudian hari.
Selain fokus pada penyelesaian pekerjaan sesuai target, BPJN NTT juga mengoptimalkan penggunaan material dalam negeri melalui penerapan teknologi Asbuton (Aspal Buton).
Pada ketiga paket preservasi tersebut digunakan campuran Asbuton butir sekitar 2 hingga 3 persen sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sekaligus menghasilkan konstruksi jalan yang lebih berkualitas, kuat, dan berkelanjutan.
Aan menegaskan, seluruh pekerjaan preservasi dilaksanakan dengan mengedepankan mutu, ketepatan waktu, serta prinsip keselamatan konstruksi sehingga hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Dengan tingkat kemantapan jalan yang telah mencapai 94 persen, kami akan terus melakukan upaya pemeliharaan secara berkelanjutan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan. Infrastruktur jalan yang mantap akan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Flores," pungkasnya. (Yulius)
