Kupang, Likurai.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu yang berlokasi di Desa Daimana, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao
.
Infrastruktur strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat antara Pulau Usu dan Pulau Rote.
Pembangunan jembatan yang menjadi salah satu proyek penting di wilayah kepulauan itu saat ini menunjukkan progres yang menggembirakan.
Kontraktor pelaksana bersama tim teknis BPJN NTT terus bekerja di lapangan guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi NTT, Audrian Ramanta Herdy, ST., M.Sc., mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu dibagi ke dalam dua paket pekerjaan utama, yakni paket bangunan bawah dan paket bangunan atas.
Menurutnya, hingga saat ini progres fisik paket bangunan bawah telah mencapai sekitar 38 persen, sementara progres paket bangunan atas telah mencapai sekitar 95 persen.
"Untuk pekerjaan bangunan atas, sebagian besar pekerjaan telah selesai dikerjakan di pabrik. Sisa sekitar lima persen merupakan proses pengiriman material dari pabrik menuju lokasi proyek di Pulau Usu dan Pulau Rote," ujar Audrian kepada wartawan.
Ia menjelaskan seluruh material untuk bangunan atas saat ini telah siap dan tinggal menunggu proses mobilisasi menuju lokasi pekerjaan.
"Material bangunan atas sudah siap dan tinggal dikirim ke lokasi. Kami menargetkan paling lambat pada 2 September 2026 seluruh material sudah tiba di lokasi sehingga dapat segera dilakukan pemasangan oleh tim pelaksana di lapangan," katanya.
Audrian menambahkan, tim pelaksana paket bangunan bawah saat ini telah siap dan terus melaksanakan sejumlah item pekerjaan sambil menunggu kedatangan material bangunan atas.
Beberapa pekerjaan yang sementara dikerjakan antara lain pengecoran fondasi, pembangunan badan abutmen, pekerjaan anchor block, hingga pemasangan ikatan angin di sisi Pulau Rote.
Sementara itu, untuk pekerjaan di sisi Pulau Usu masih menunggu kesiapan ponton yang akan digunakan untuk mendukung proses pengiriman material dan peralatan menuju lokasi proyek.
Saat ini proses perakitan ponton sedang dilakukan agar distribusi material ke Pulau Usu dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Selain pekerjaan utama pada struktur jembatan, BPJN NTT juga melaksanakan pekerjaan pendukung berupa pasangan batu dan timbunan pada jalan akses menuju lokasi pembangunan jembatan di sisi Pulau Rote.
Pekerjaan tersebut bertujuan untuk memastikan akses menuju lokasi proyek dapat dilalui kendaraan dan peralatan konstruksi selama masa pelaksanaan pekerjaan.
Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, terutama dalam memperlancar akses transportasi, distribusi barang, serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
Selama ini, masyarakat Pulau Usu masih sangat bergantung pada transportasi laut untuk melakukan aktivitas menuju Pulau Rote.
Kehadiran jembatan nantinya diharapkan dapat memangkas waktu tempuh, meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.
BPJN NTT optimistis seluruh pekerjaan, baik paket bangunan bawah maupun pemasangan bangunan atas, dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga Jembatan Gantung Pulau Usu dapat rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat pada akhir tahun 2026," pungkas Audrian. (Yulius)
