DPRD NTT Dorong Lahan Pemprov di Manggarai Barat Dikembangkan Menjadi Sentra Budidaya Porang - Baomong.ID

DPRD NTT Dorong Lahan Pemprov di Manggarai Barat Dikembangkan Menjadi Sentra Budidaya Porang

DPRD NTT Dorong Lahan Pemprov di Manggarai Barat Dikembangkan Menjadi Sentra Budidaya Porang

Manggarai Barat, Likurai.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daeran (DPRD) NTT mendorong Pemerintah Provinsi NTT untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan seluas lebih dari 11 hektare di Roe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai kawasan budidaya porang.

Demikian disampaikan anggota DPRD NTT Junaidin Mahasan saat melakukan

kunjungan kerja (kunker) lintas komisi DPRD Provinsi NTT di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam agenda tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi strategis milik Pemprov NTT, salah satunya Kebun Dinas milik Pemerintah Provinsi NTT yang berada di Roe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Junaidin, berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan, kondisi tanah di kawasan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya porang. Tekstur tanah, kondisi lingkungan, serta luas lahan yang tersedia dinilai memenuhi syarat untuk mendukung pertumbuhan komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut.

"Saya melihat lahan milik Pemerintah Provinsi NTT seluas lebih dari 11 hektare ini sangat cocok untuk ditanami porang. Potensi ini perlu dimanfaatkan secara maksimal agar aset pemerintah dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat," ujar Junaidin.

Ia menjelaskan, porang merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek cerah karena permintaan pasar terus meningkat, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Umbi porang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti bahan pangan sehat, tepung, bahan baku kosmetik, hingga industri farmasi.

Karena itu, Junaidin berharap Pemerintah Provinsi NTT tidak hanya memanfaatkan lahan tersebut untuk budidaya porang, tetapi juga menyiapkan program penyediaan bibit berkualitas bagi masyarakat.

"Harapan kami, pemerintah dapat menyiapkan bibit porang untuk ditanam di lahan milik pemerintah sekaligus memberikan bantuan bibit kepada para petani maupun kelompok masyarakat. Dengan demikian, pengembangan porang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas," katanya.

Menurutnya, pengembangan porang dapat menjadi salah satu strategi diversifikasi sektor pertanian di NTT sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain meningkatkan produktivitas lahan, budidaya porang juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia berharap Pemerintah Provinsi NTT segera menyusun langkah konkret dalam mengembangkan komoditas porang melalui penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis kepada petani, serta membangun kemitraan dengan pelaku usaha agar hasil produksi memiliki kepastian pasar dan mampu menembus pasar ekspor. 

Dengan pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan, lahan milik Pemprov NTT di Roe diharapkan dapat menjadi kawasan percontohan budidaya porang sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat. (Yulius)