Mengenal Lebih Dekat Eilfridus M. Luan, S.ST Dedikasi Tiga Dekade Mengabdi Untuk Pembangunan Sumber Daya Air di NTT - Baomong.ID

Mengenal Lebih Dekat Eilfridus M. Luan, S.ST Dedikasi Tiga Dekade Mengabdi Untuk Pembangunan Sumber Daya Air di NTT

Mengenal Lebih Dekat Eilfridus M. Luan, S.ST Dedikasi Tiga Dekade Mengabdi Untuk Pembangunan Sumber Daya Air di NTT

Kupang, Likurai.com – Mengabdi selama lebih dari tiga dekade di bidang pekerjaan umum bukanlah perjalanan yang singkat. Ketekunan, loyalitas, dan komitmen itulah yang menggambarkan sosok Eilfridus M. Luan, S.ST, Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pria kelahiran , Uraikan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, 04 Oktober 1969 ini yang dikenal sederhana dan pekerja keras ini memulai kariernya sejak tahun 1993 sebagai tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Timor Timur. Selama enam tahun, tepatnya hingga tahun 1999, ia mengabdikan diri dalam berbagai pekerjaan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Setelah Timor Timur lepas dari Indonesia melalui proses jajak pendapat pada tahun 1999, ia melanjutkan pengabdian sebagai tenaga honorer di Irigasi Timor Perbatasan.

Dedikasinya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil ketika pada tahun 2007 ia resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Sebagai ASN, ia pertama kali bertugas sebagai staf Irigasi Timor Perbatasan hingga tahun 2016. Pengalaman panjang di lapangan menjadikannya semakin matang dalam memahami pengelolaan sumber daya air, khususnya sistem irigasi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kariernya terus berkembang. Pada tahun 2017, ia dipercaya menjadi staf pada Bagian Perencanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Setahun kemudian, tahun 2018, ia bertugas pada Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BWS Nusa Tenggara II.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya terus meningkat. Tahun 2019, Eilfridus dipercaya sebagai Pelaksana Teknik pada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I yang membawahi wilayah Timor, Rote, Sabu, dan Alor.

Selanjutnya, pada periode 2020 hingga 2024, ia menjalankan tugas sebagai Pelaksana Teknik pada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III Wilayah Sumba. Berbagai pekerjaan operasi, pemeliharaan jaringan irigasi, serta infrastruktur sumber daya air menjadi tanggung jawab yang dijalankannya dengan penuh dedikasi.

Memasuki tahun 2025, ia kembali dipercaya sebagai Pelaksana Teknik pada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III yang menangani kegiatan pembangunan embung dan penyediaan air baku. Hingga tahun 2026 atau saat ini, Eilfridus bertugas sebagai Pelaksana Administrasi pada PPK OP SDA III untuk kegiatan embung dan air baku.

Dalam meningkatkan kompetensinya, Eilfridus aktif mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum di berbagai daerah, di antaranya Makassar, Surabaya, Jakarta, hingga Sorong, Papua Barat Daya. Pengalaman tersebut semakin memperkuat kemampuan teknis dan administrasinya dalam mendukung pembangunan sumber daya air.

Prestasi juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Pada tahun 2012, ia berhasil meraih Juara V Nasional dalam Lomba Pengamat Daerah Irigasi Tingkat Nasional. Prestasi tersebut diraih berkat keberhasilannya sebagai Pengamat Daerah Irigasi di wilayah Malaka, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT bersaing dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

Atas pengabdiannya sebagai ASN, pada tahun 2017 Eilfridus menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia yang diserahkan melalui Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Di balik kesibukannya sebagai ASN, Eilfridus merupakan sosok kepala keluarga yang sederhana. Ia menikah dengan Selestina Seuk, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai lima orang anak, terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan.

Anak pertama sedang menempuh pendidikan di STIKES Nasional Solo, Jawa Tengah. Anak kedua kuliah di Poltekkes Kemenkes Kupang. Anak ketiga bersekolah di Millenium Montessori School Matani. Anak keempat bersekolah di SD Inpres Kaniti, Kabupaten Kupang, sedangkan anak kelima menempuh pendidikan di SD Elpida International School.

Di luar aktivitas kedinasan, Eilfridus memiliki hobi beternak, khususnya babi dan ayam. Baginya, usaha peternakan bukan hanya menjadi hobi, tetapi juga salah satu cara meningkatkan perekonomian keluarga.

Menjelang masa purna bakti nanti, ia berencana menekuni dunia peternakan secara lebih serius. Keinginannya sederhana, yakni tetap produktif, mandiri, dan terus memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Bagi Eilfridus M. Luan, S.ST, pengabdian kepada negara bukan sekadar menjalankan tugas sebagai ASN, tetapi merupakan panggilan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur. 

Perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa dedikasi, ketekunan, dan kerja keras akan selalu menghasilkan kepercayaan, prestasi, serta penghargaan. (Yulius)