BBWS Nusa Tenggara II Segera Bangun Pengaman Sungai Linamnutu, Lindungi Permukiman dan Lahan Pertanian Warga - Baomong.ID

BBWS Nusa Tenggara II Segera Bangun  Pengaman Sungai Linamnutu, Lindungi Permukiman dan Lahan Pertanian Warga

BBWS Nusa Tenggara II Segera Bangun Pengaman Sungai Linamnutu, Lindungi Permukiman dan Lahan Pertanian Warga

Kupang, Likurai.com Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melalui Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Nusa Tenggara II segera menangani longsor Sungai Linamnutu di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kerusakan tanggul akibat tergerus arus sungai tersebut sebelumnya menyebabkan akses jalan masyarakat Desa Linamnutu menuju kawasan pertanian dan Bendungan Linamnutu terputus. Kondisi itu juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena ketika hujan banjir dapat melanda permukiman dan lahan pertanian warga, terutama saat debit sungai meningkat pada musim hujan.

Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Nusa Tenggara II, Nahason Hariandja, ST., MT, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penanganan terhadap tanggul yang mengalami kerusakan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Nahason saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi kerusakan tanggul Sungai Linamnutu, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Nahason, penanganan akan dilakukan dengan membangun tanggul pengaman menggunakan konstruksi bronjong sepanjang kurang lebih 400 meter.

“Kita segera menangani tanggul yang rusak ini untuk melindungi permukiman dan lahan pertanian masyarakat dari ancaman banjir, terutama saat musim hujan,” ujar Nahason.

Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk penanganan tanggul tersebut mencapai sekitar Rp3,5 miliar. 

Pekerjaan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kembali tanggul yang tergerus, tetapi juga mendukung pemulihan akses jalan masyarakat yang sebelumnya terputus akibat terjangan banjir.

Nahason menegaskan bahwa penanganan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar akibat erosi dan banjir, sekaligus memberikan perlindungan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar aliran Sungai Linamnutu.

Rencana penanganan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Linamnutu dan masyarakat setempat. Sekretaris Desa Linamnutu, Yacob Yesaya Longgo, mengatakan kerusakan tanggul sudah cukup lama menjadi keluhan masyarakat.

Menurut Yacob, selama kurang lebih dua tahun terakhir, pemerintah desa bersama masyarakat telah berupaya memperjuangkan penanganan kerusakan tersebut melalui penyampaian surat maupun audiensi kepada pihak-pihak terkait.

“Hari ini kami bersyukur karena pemerintah sudah turun langsung ke lokasi. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat bergantung pada jaringan irigasi untuk mendukung kegiatan pertanian,” kata Yacob.

Ia mengatakan, kondisi tanggul yang rusak selama ini membuat masyarakat khawatir karena apabila tidak segera ditangani, kerusakan dapat semakin meluas dan berdampak pada akses jalan, jaringan irigasi, lahan pertanian, hingga permukiman warga.

Karena itu, Yacob berharap rencana pembangunan tanggul pengaman tersebut dapat segera direalisasikan sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan.

“Kami berharap pekerjaan ini bisa segera dilaksanakan sehingga masyarakat tidak terus-menerus merasa khawatir. Kalau kerusakan dibiarkan, tentu dampaknya bisa semakin besar, baik terhadap jalan, irigasi maupun lahan pertanian masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat Desa Linamnutu berharap pembangunan tanggul pengaman sepanjang tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi ancaman erosi dan banjir, sekaligus memastikan akses masyarakat menuju kawasan pertanian tetap terbuka.

Dengan adanya penanganan tersebut, masyarakat juga berharap aktivitas pertanian dapat berjalan lebih aman dan lancar serta permukiman warga di sekitar Sungai Linamnutu dapat terlindungi dari ancaman banjir pada musim hujan. (Yulius)