KUPANG, Likurai.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena terus memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan dampak gempa bumi di Flores berlangsung cepat, terpadu, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak.
Upaya tersebut dilakukan Gubernur Melki bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, serta perwakilan Kementerian PPN/Bappenas dengan turun langsung meninjau kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa, Kamis (20/8/2026).
Dalam keterangannya di Kantor BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi NTB yang bergerak cepat memberikan dukungan sejak awal terjadinya bencana.
Menurut Melki, dukungan tersebut tidak hanya berupa koordinasi antarpemerintah daerah, tetapi juga bantuan dana, tenaga kesehatan, serta berbagai kebutuhan logistik bagi masyarakat yang terdampak gempa.
“Atas nama rekan-rekan bupati dan seluruh masyarakat di Flores, kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur Bali dan Pak Gubernur NTB yang sudah secara cepat memberikan dukungan, baik berupa dana, tenaga kesehatan maupun barang-barang,” ujar Melki.
Ia menegaskan, penanganan gempa Flores tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Tantangan yang lebih panjang justru berada pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang membutuhkan dukungan serta sinergi lintas daerah dan pemerintah pusat.
Menurut Melki, dampak gempa tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga, tetapi juga menyasar kantor pemerintahan, rumah ibadah, fasilitas umum, serta berbagai infrastruktur yang menjadi penunjang kehidupan masyarakat.
“Urusan penanganan gempa Flores ini tanggap darurat memang kita lakukan sekarang, tetapi yang nanti pasti akan panjang adalah rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Karena itu, Gubernur Melki menilai dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali dan NTB merupakan bagian penting dari semangat kebersamaan kawasan Sunda Kecil dalam menghadapi bencana.
Ia berharap solidaritas dan kerja sama antardaerah tersebut terus diperkuat, bukan hanya selama masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan masyarakat dan pembangunan kembali wilayah yang terdampak.
“Kita berharap kita selalu bersama ke depan, dalam suka maupun duka, di NTT, NTB dan Bali,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Andriko Noto Susanto dari Kementerian PPN/Bappenas yang turut hadir dan memberikan dukungan dalam penanganan dampak gempa Flores.
Kehadiran Bappenas dinilai penting untuk memastikan penanganan pascabencana tidak hanya berorientasi pada kebutuhan darurat, tetapi juga terintegrasi dengan agenda rehabilitasi, rekonstruksi, dan perencanaan pembangunan daerah ke depan.
Melki menyebut pengalaman Andriko Noto Susanto sebagai mantan Penjabat Gubernur NTT menjadi modal penting karena yang bersangkutan memahami secara langsung kompleksitas pembangunan serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah di NTT, termasuk wilayah Flores.
“Terima kasih juga kepada Pak Andriko Noto Susanto dari Bappenas yang terus mendukung kami. Beliau sendiri pernah menjadi Pj. Gubernur, sehingga tentu memahami bagaimana tantangan mengurus daerah Flores,” ujar Melki.
Usai memberikan keterangan di Posko Induk BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Gubernur NTT bersama Gubernur Bali dan Gubernur NTB melanjutkan perjalanan menuju Posko Dampek di Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para penyintas gempa, mendengarkan kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan selama masa tanggap darurat berjalan dengan baik.
Kehadiran tiga gubernur di lokasi terdampak juga menjadi bentuk nyata penguatan solidaritas dan sinergi antarpemerintah daerah dalam menghadapi bencana yang berdampak terhadap masyarakat Flores.
Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, serta pemerintah provinsi tetangga untuk memastikan seluruh tahapan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Solidaritas Bali dan NTB menjadi bagian penting dari kekuatan bersama untuk membantu masyarakat Flores melewati masa sulit akibat gempa, sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi dalam jangka panjang.
Penulis: Baldus Sae
