Meriahkan HUT ke-65 UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia Kupang, Penyandang Disabilitas Unjuk Kemampuan dan Keterampilan - Baomong.ID

Meriahkan HUT ke-65 UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia Kupang, Penyandang Disabilitas Unjuk Kemampuan dan Keterampilan

Meriahkan HUT ke-65 UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia Kupang, Penyandang Disabilitas Unjuk Kemampuan dan Keterampilan

Kupang,Likurai.comPeringatan HUT ke-65 UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra Hitbia dan Karya Wanita Kupang menjadi momentum bagi para penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, keterampilan dan kemandirian melalui berbagai perlombaan yang digelar di Lapangan Mini UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia Kupang, Selasa (1/9/2026). 

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Henderina S. Laiskodat, SP., M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Henderina memberikan apresiasi kepada Kepala UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia Kupang, Gresmi Lassa,S.Sos bersama seluruh jajaran, panitia, dewan juri serta pihak-pihak yang sudah merancang kegiatan tersebut.

Henderina mengatakan, kehadiran semua pihak dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap para penyandang disabilitas. 

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenanan-Nya kita semua dapat hadir di tempat ini. Saya yakin Bapak dan Ibu hadir karena rasa kasih dan sayang kepada anak-anak,” ungkap Henderina.

Ia menegaskan, keterbatasan fisik tidak membatasi seseorang untuk berkarya. Justru, keterbatasan dapat menjadi pintu menuju kreativitas dan ketangguhan.

“Keterbatasan bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi pintu menuju kreativitas dan ketangguhan. Hari ini kita berkumpul untuk menyaksikan bukti nyata bahwa semangat, kemampuan dan keterampilan tidak mengenal batas fisik,” katanya.

Henderina menilai seluruh perlombaan tersebut bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi panggung bagi para penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi luar biasa yang mereka miliki.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi. Ini merupakan panggung untuk menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi luar biasa yang patut kita apresiasi,” tegasnya.

Menurut Henderina, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji kembali kemampuan para penerima manfaat dalam mengikuti berbagai tahapan bimbingan rehabilitasi sosial, baik dari aspek fisik, mental maupun keterampilan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap semangat para penerima manfaat yang terus berlatih dan mengikuti pembinaan di UPTD Kesos Tuna Netra Hitbia Kupang.

“Saya sudah datang dua kali ke sini dan saya melihat ada anak-anak yang sangat bersemangat. Ada yang beristirahat, ada yang berlatih. Menurut saya, tim di sini sangat mengasihi mereka dan terus mengajarkan serta membimbing mereka,” ujarnya.

Henderina mengatakan, semangat merupakan salah satu kekuatan penting dalam kehidupan. Ketika seseorang kehilangan semangat, maka harapan juga dapat ikut hilang. Karena itu, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan para pengasuh serta jajaran UPTD sangat penting untuk membangun kepercayaan diri para penerima manfaat.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan tidak berhenti pada momentum HUT semata. Menurutnya, diperlukan lebih banyak program yang memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, keterampilan dan kemandirian.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal dari lebih banyak program yang mendukung pengembangan potensi penyandang disabilitas tunanetra, sehingga mereka dapat berkontribusi, saling menghargai dan saling menginspirasi,” ajaknya.

Kepada seluruh peserta, Henderina berpesan agar tidak takut menunjukkan kemampuan dan terus percaya diri dalam mengembangkan potensi masing-masing.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anak-anak yang telah berani tampil dan berkompetisi. Anak-anak adalah inspirasi bagi kita semua,” katanya.

“Selamat berkompetisi kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik. Ingatlah bahwa kemenangan sejati adalah ketika kita mampu mengalahkan rasa takut dan keraguan dalam diri,” pungkasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Ricky Kufeu menguraikan,pada kegiatan tersebut, para penerima manfaat mengikuti berbagai perlombaan yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan kemampuan mereka.

Adapun jenis perlombaan yang dilaksanakan meliputi orientasi mobilitas, Activity Daily Living (ADL), baca dan salin Braille, keterampilan sulam, pijat shiatsu, massage atau pijat, bola gol putra dan putri, serta lomba kebersihan asrama.

Pada lomba orientasi mobilitas, peserta diuji dalam kemampuan bergerak dan mengenali lingkungan secara mandiri. Kemampuan ini penting bagi penyandang tunanetra dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri.

Sementara itu, melalui lomba Activity Daily Living (ADL), peserta menunjukkan kemampuan melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Salah satu kegiatan yang dilombakan adalah memasak nasi, sayur dan lauk. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemandirian para penerima manfaat.

Kemampuan membaca dan menulis peserta juga diuji melalui lomba baca dan salin Braille. Dalam kegiatan ini, para peserta menunjukkan kemampuan memahami serta menyalin tulisan Braille secara tepat.

Di bidang keterampilan, peserta mengikuti lomba sulam yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan kreativitas. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal produktif bagi para penerima manfaat sehingga dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian ekonomi maupun aktivitas mereka di masyarakat.

Sementara pada lomba pijat shiatsu dan massage atau pijat, peserta menunjukkan keterampilan yang telah diperoleh melalui proses pembinaan. Keterampilan tersebut merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi kemampuan produktif dan pelayanan kepada masyarakat.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan lomba bola gol putra dan putri. Selain menjadi sarana olahraga, perlombaan ini melatih konsentrasi, keberanian, kerja sama dan sportivitas para peserta.

Tidak hanya kemampuan individu, kepedulian terhadap lingkungan juga mendapat perhatian melalui lomba kebersihan asrama. Para penerima manfaat didorong untuk membangun kebiasaan hidup bersih, tertib dan bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal. (Yulius)