Tim PKM Undana Diversifikasi Limbah Pasca Panen Tomat Jadi Saus Tomat di Desa Tesbatan - Baomong.ID

Tim PKM Undana Diversifikasi Limbah Pasca Panen Tomat Jadi Saus Tomat di Desa Tesbatan

Tim PKM Undana Diversifikasi Limbah Pasca Panen Tomat Jadi Saus Tomat di Desa Tesbatan

Amarasi, Likurai.com-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan kegiatan diversifikasi produk hortikultura melalui pengolahan hasil pascapanen tomat menjadi saus tomat di Desa Tesbatan II, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Kegiatan bertajuk “Diversifikasi Produk Hortikultura melalui Pengolahan Limbah Pascapanen Tomat menjadi Saus Tomat di Desa Tesbatan Kecamatan Amarasi” ini dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, di Kantor Desa Tesbatan II. 

Kegiatan PKM ini merupakan kegiatan kolaborasi antar multidisiplin ilmu baik dari ilmu hukum, pertanian serta ekonomi dan bisnis.

PKM tersebut diketuai oleh Chatryen M. Dju Bire, S.H., M.H. dan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Tesbatan II, Usias Reinnati, S.H. Dalam sambutannya, Usias menyampaikan apresiasi kepada Tim PKM Undana yang telah memilih Desa Tesbatan II sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari masyarakat Desa Tesbatan II. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Chrispy Theresia P. Daud, S.AB., M.M., dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jenny Ermalinda, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum dan Ni Luh Putu Ravi Cakswindryandani, S.TP., M.Si., dosen Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana.

Desa Tesbatan memiliki potensi hortikultura yang cukup besar, terutama komoditas tomat. Namun, tingginya produksi belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan hasil pascapanen. Pada saat panen raya, harga tomat dapat menurun, sementara sebagian hasil panen yang tidak terserap pasar berpotensi mengalami kerusakan dan terbuang.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM Undana memperkenalkan pengolahan tomat menjadi saus sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan saus tomat.

Materi dan praktik pengolahan saus tomat disampaikan oleh Ni Luh Putu Ravi Cakswindryandani, S.TP., M.Si. Peserta memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan hasil pascapanen tomat sekaligus mengikuti praktik langsung pembuatan saus tomat.

Peserta mengikuti seluruh tahapan dengan serius dan antusias. Praktik pembuatan saus didampingi oleh Tim PKM, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan produk.

Saus tomat hasil praktik kemudian dikemas menggunakan kemasan yang telah disiapkan dan dilengkapi dengan label produk. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan dalam mengolah tomat, tetapi juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya pengemasan dan identitas produk dalam pengembangan usaha pangan rumah tangga.

Pada akhir kegiatan, produk saus tomat hasil praktik dibagikan kepada seluruh peserta untuk dibawa pulang. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan hasil pertanian lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan peluang usaha.

Kegiatan PKM ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta Tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Pemanfaatan hasil pascapanen tomat menjadi saus merupakan salah satu upaya untuk mengurangi potensi food loss, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis rumah tangga dan UMKM.

Program ini juga mendukung implementasi Asta Cita, terutama dalam penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan kemandirian desa. Selain itu, kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 80 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Tahun 2024–2026.

Tim PKM berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Melalui pengolahan hasil pascapanen menjadi produk pangan bernilai ekonomi, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual tomat dalam bentuk segar, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang dapat membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ekonomi lokal Desa Tesbatan. (Yuser)