Penggantian Jembatan Oesapa Mulai Dikerjakan, Tiga Komponen Utama Dikerjakan Tahun Ini - Baomong.ID

Penggantian Jembatan Oesapa Mulai Dikerjakan, Tiga Komponen Utama Dikerjakan Tahun Ini

Penggantian Jembatan Oesapa Mulai Dikerjakan, Tiga Komponen Utama Dikerjakan Tahun Ini

Kupang, Likurai.com Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi NTT mulai melaksanakan tahapan penggantian Jembatan Oesapa di Kota Kupang, Provinsi NTT.

Pada tahun 2026, terdapat tiga komponen utama pekerjaan yang menjadi fokus pelaksanaan, yakni pembangunan jembatan sementara atau jembatan detour, pembongkaran rangka jembatan lama, serta pengadaan material yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan jembatan pengganti.

Kepala Satker PJN Wilayah I Provinsi NTT, Ashari, ST., MT., mengatakan saat ini penyedia jasa tengah memfokuskan pekerjaan pada pembangunan jembatan sementara atau jembatan detour.

“Untuk penggantian Jembatan Oesapa, saat ini penyedia jasa fokus membangun jembatan sementara atau jembatan detour. Pekerjaan ini ditargetkan selesai pada Oktober mendatang,” ujar Ashari kepada wartawan Likurai.com.

Menurut Ashari, pembangunan jembatan detour tersebut memanfaatkan rangka eks Jembatan Lembur. Jembatan sementara ini disiapkan sebagai akses pendukung selama proses penggantian Jembatan Oesapa berlangsung, terutama sebelum dilakukan pembongkaran terhadap jembatan lama.

Dalam pembangunan detour, struktur jembatan juga akan dilengkapi dengan bangunan abutmen yang diperkuat menggunakan bronjong pada sisi kiri dan kanan. Penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung kestabilan konstruksi jembatan sementara.

Setelah jembatan detour selesai dibangun dan dapat digunakan, tahapan pekerjaan selanjutnya akan diarahkan pada pembongkaran rangka Jembatan Oesapa yang lama. Pada saat yang sama, pengadaan material konstruksi juga terus dipersiapkan untuk mendukung pembangunan jembatan pengganti.

Ashari menjelaskan, ketiga komponen tersebut menjadi fokus pekerjaan pada tahun 2026 sebelum pembangunan fisik jembatan pengganti dilaksanakan pada tahap berikutnya.

“Untuk tahun 2026, fokus pekerjaan adalah pembangunan jembatan sementara, pembongkaran rangka jembatan lama dan pengadaan material,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan konstruksi jembatan pengganti direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2027 dan ditargetkan selesai pada Desember 2027.

Untuk tahap awal pekerjaan tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan jembatan sementara, pembongkaran rangka jembatan lama dan pengadaan material.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, BPJN NTT juga telah melakukan koordinasi dengan masyarakat di sekitar lokasi, termasuk masyarakat yang selama ini menjalankan aktivitas usaha di kawasan Jembatan Oesapa.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat, termasuk masyarakat yang sedang berusaha di lokasi tersebut,” kata Ashari.

Ia meminta dukungan dan pengertian masyarakat agar seluruh tahapan pekerjaan penggantian Jembatan Oesapa dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana.

Menurut Ashari, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan karena pelaksanaan pekerjaan konstruksi akan berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Sementara itu, progres keseluruhan pekerjaan hingga saat ini telah mencapai sekitar 11 persen dengan deviasi positif sebesar 10 persen.

BPJN NTT memastikan pelaksanaan pekerjaan akan terus dikawal dan dipercepat sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Dengan pembangunan jembatan detour sebagai tahap awal, diharapkan proses pembongkaran jembatan lama dan pembangunan jembatan pengganti dapat dilaksanakan secara bertahap hingga selesai sesuai target.

Penggantian Jembatan Oesapa diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur serta mendukung kelancaran konektivitas dan mobilitas masyarakat di kawasan Oesapa dan sekitarnya. (Yulius)