BPJN NTT Identifikasi 94 Titik Kerusakan Jalan Nasional dan 16 Jembatan Akibat Gempa Flores - Baomong.ID

BPJN NTT Identifikasi 94 Titik Kerusakan Jalan Nasional dan 16 Jembatan Akibat Gempa Flores

BPJN NTT Identifikasi 94 Titik Kerusakan Jalan Nasional dan 16 Jembatan Akibat Gempa Flores

Kupang, Likurai.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) Provinsi NTT bergerak cepat melakukan identifikasi terhadap kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan nasional di wilayah Flores yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7.

Identifikasi dilakukan secara intensif oleh tim BPJN NTT untuk memastikan kondisi jaringan jalan nasional tetap dapat berfungsi, terutama sebagai jalur utama mobilisasi logistik dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

Dari hasil identifikasi di lapangan, tim BPJN NTT menemukan 94 titik kerusakan pada ruas jalan nasional, serta 16 jembatan dan tiga deker yang mengalami kerusakan akibat gempa dan dampak ikutannya.

Kasatker P2JN Provinsi NTT, Adria Muharami Fitra, ST., MT, mengatakan, dari 94 titik kerusakan jalan yang ditemukan, sebanyak 75 titik di antaranya disebabkan oleh longsor, dengan material longsoran menutup badan jalan dan tim telah membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan.

Menurutnya, seluruh titik tersebut telah mendapatkan penanganan sementara sehingga jalan kembali dapat dilalui dan dimanfaatkan untuk mendukung mobilisasi bantuan kepada masyarakat.

“Dari 94 titik jalan yang rusak, sudah dilakukan penanganan sementara dan saat ini sudah berfungsi untuk mobilisasi logistik bantuan kepada masyarakat. Batu-batu yang jatuh ke jalan sudah dibersihkan, termasuk debris yang menghalangi badan jalan,” kata Adria.

Ia menjelaskan, tim BPJN NTT berada di lokasi terdampak gempa selama hampir dua minggu untuk melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap kondisi jalan nasional di wilayah Flores.

“Kita di lokasi gempa hampir dua minggu untuk mengidentifikasi kerusakan jalan nasional di wilayah Flores,” ujarnya.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, terdapat 31 titik kerusakan jalan yang membutuhkan penanganan permanen. Sebanyak 11 titik berada di wilayah kerja Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi NTT, sementara 20 titik lainnya berada di wilayah kerja Satker PJN Wilayah IV Provinsi NTT.

Saat ini, BPJN NTT telah melakukan langkah-langkah penanganan terhadap titik-titik kerusakan tersebut, dengan prioritas memastikan konektivitas jalan nasional tetap terjaga dan dapat mendukung proses pemulihan pascagempa.

Dua Jembatan Menjadi Atensi Menteri PU

Selain kerusakan jalan, BPJN NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sejumlah jembatan nasional yang terdampak gempa.

Dua jembatan yang menjadi perhatian khusus Menteri Pekerjaan Umum adalah Jembatan Waepesi dan Jembatan Dampek. Menteri PU bahkan telah meninjau langsung kondisi Jembatan Waepesi di lokasi terdampak gempa.

Adria menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan teknis yang dilakukan tim dari Direktorat Bina Teknik, termasuk Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur, kedua jembatan tersebut dinilai masih relatif aman sehingga tidak diperlukan penggantian jembatan secara keseluruhan.

Untuk Jembatan Waepesi, penanganan permanen diarahkan pada pekerjaan rehabilitasi dan perbaikan sejumlah komponen yang mengalami kerusakan atau pergeseran akibat gempa.

“Dari hasil identifikasi tim Direktorat Bina Teknik, Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur, dua jembatan tersebut relatif masih aman sehingga tidak perlu dilakukan penggantian,” jelasnya.

Penanganan yang diperlukan antara lain penggantian expansion joint, reposisi rangka jembatan yang bergeser, perbaikan tembok yang mengalami keretakan di sejumlah titik, serta penggantian elastomer.

Sementara untuk Jembatan Dampek, bagian yang menjadi perhatian utama adalah oprit jembatan. Penanganan sementara telah dilakukan untuk memastikan jembatan tetap dapat berfungsi secara fungsional dan mendukung kelancaran lalu lintas.

Untuk penanganan permanen Jembatan Dampek, BPJN NTT telah mengusulkan pekerjaan lanjutan yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya.

BPJN NTT memastikan hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan permanen terhadap infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa di wilayah Flores.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga sekaligus mempercepat proses pemulihan infrastruktur pascabencana, terutama di wilayah yang menjadi jalur utama distribusi bantuan dan mobilisasi masyarakat. (Yulius)