Kupang, Likurai.com – Pembangunan jalan akses menuju hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dikebut. Hingga September 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh PT Dewi Graha Indah selaku kontraktor pelaksana. Jalan ini menjadi salah satu infrastruktur pendukung utama untuk membuka akses menuju kawasan Huntap yang disiapkan bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Provinsi NTT, Viktor Aprianus Nalle, S.T., mengatakan, secara umum pelaksanaan pekerjaan di lapangan telah memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerjaan utama dan bangunan pelengkap jalan telah diselesaikan.
“Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen. Agregat kelas A dan kelas B sudah selesai dihampar dan dilakukan pemadatan. Tahapan selanjutnya tinggal pekerjaan pengaspalan atau hotmix,” ujar Viktor.
Menurutnya, pekerjaan lapisan pondasi agregat kelas A dan kelas B merupakan bagian penting sebelum dilakukan pengaspalan. Setelah seluruh lapisan agregat selesai dipadatkan sesuai ketentuan teknis, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penghamparan lapisan aspal atau hotmix.
Selain pekerjaan badan jalan, sejumlah bangunan pelengkap juga telah selesai dikerjakan. Sebanyak 15 buah deker telah rampung, termasuk lima unit box culvert yang dibangun untuk mendukung sistem drainase dan kelancaran aliran air pada sejumlah titik di sepanjang ruas jalan.
“Deker sebanyak 15 buah sudah selesai, termasuk lima box culvert. Pekerjaan minor berupa pasangan batu juga sudah selesai. Jadi, yang tersisa terutama pekerjaan hotmix,” jelas Viktor.
Ia menjelaskan, total panjang jalan yang ditangani mencapai sekitar 10,2 kilometer. Ruas tersebut membentang dari Simpang Hokeng – Simpang Pululera – Kuhe di Kabupaten Flores Timur.
Pembangunan jalan akses ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat yang nantinya menempati kawasan Huntap. Akses jalan yang memadai juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, baik menuju pusat pelayanan publik maupun kawasan ekonomi di sekitar permukiman baru.
Viktor menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan guna memastikan setiap tahapan dapat diselesaikan sesuai spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan.
Dengan progres yang kini telah mencapai 85 persen, pekerjaan pembangunan jalan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada Oktober 2026.
Pembangunan akses menuju Huntap ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur. Kehadiran infrastruktur jalan diharapkan dapat mendukung proses relokasi masyarakat terdampak sekaligus memastikan kawasan Huntap memiliki konektivitas yang baik dengan wilayah sekitarnya. (Yulius)
