Kupang, Likurai.com – Pemerintah Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, terus memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kelurahan dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Kupang, khususnya dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Lurah Kelapa Lima, Darius Bernadus Demung, ST, mengatakan pemerintah kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan karena berhadapan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, kualitas pelayanan publik menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat kelurahan.
“Pelayanan kepada masyarakat menjadi tugas utama kami. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan berbagai kebutuhan administrasi pemerintahan,” ujar Darius.
Menurutnya, pelayanan publik yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan dalam menyelesaikan urusan administrasi, tetapi juga oleh komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat.
Untuk itu, Kelurahan Kelapa Lima terus melibatkan perangkat RT dan RW sebagai bagian penting dalam menyampaikan informasi, mengidentifikasi kebutuhan warga serta mendukung pelaksanaan berbagai program di lingkungan masyarakat.
Selain pelayanan publik, kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kelurahan Kelapa Lima. Persoalan sampah, khususnya sampah membutuhkan penanganan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah kelurahan telah menggelar rapat bersama para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Kelapa Lima untuk membahas rencana pembangunan Bank Sampah.
Langkah ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Kelurahan Kelapa Lima saat ini memiliki 38 RT dan 18 RW. Dengan struktur kewilayahan tersebut, pemerintah kelurahan memiliki jejaring yang cukup kuat untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan mulai dari tingkat rumah tangga.
Darius menjelaskan, Bank Sampah nantinya akan menjadi wadah untuk menampung dan mengelola sampah plastik yang dikumpulkan masyarakat. Sampah yang masuk akan dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian disalurkan atau dijual kepada pihak yang membutuhkan sehingga memiliki nilai ekonomi.
“Kita di Kelurahan Kelapa Lima mengutamakan kebersihan. Karena itu, kita akan membuat Bank Sampah untuk mengakomodir sampah-sampah plastik dari rumah tangga. Sampah plastik akan dipilah dan dijual sehingga memiliki nilai ekonomi dan dapat membantu menambah kebutuhan keluarga,” jelasnya.
Menurut Darius, keberadaan Bank Sampah juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini telah bekerja mengumpulkan sampah plastik. Berdasarkan pendataan pemerintah kelurahan, terdapat 17 kepala keluarga yang bekerja sebagai pengumpul sampah plastik.
Ke depan, aktivitas tersebut diharapkan dapat diakomodir melalui sistem pengelolaan Bank Sampah yang lebih terorganisir. Dengan demikian, selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga memiliki peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan dari sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan.
Lahan yang direncanakan untuk pembangunan Bank Sampah berada di wilayah RT 02/RW 01, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Tidak hanya menyiapkan lokasi, pemerintah kelurahan juga akan membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang menjadi pembeli sampah plastik. Upaya tersebut penting agar hasil pemilahan sampah masyarakat memiliki jalur pemasaran yang jelas dan dapat memberikan nilai ekonomi.
“Kami juga akan membangun komunikasi dengan pembeli sampah plastik untuk membeli hasil pemilahan sampah plastik dari masyarakat yang dikumpulkan melalui Bank Sampah,” katanya.
Darius menambahkan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat tidak semata-mata bertujuan mengurangi sampah yang dibuang sembarangan, tetapi juga membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat program kebersihan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan. Sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki manfaat ekonomi bagi keluarga.
“Yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat. Kebersihan lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus terlibat mulai dari rumah masing-masing,” ujarnya.
Karena itu, koordinasi dengan RT dan RW akan terus diperkuat. Pemerintah kelurahan berharap kesadaran menjaga kebersihan dapat tumbuh secara konsisten dari lingkungan terkecil, sehingga menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah Kelurahan Kelapa Lima.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kelurahan Kelapa Lima juga terus memberikan perhatian terhadap pelayanan dasar masyarakat melalui pelaksanaan Posyandu secara rutin setiap bulan. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Oesapa sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelayanan Posyandu menjadi salah satu bentuk pelayanan dasar yang mendapat perhatian pemerintah kelurahan, terutama dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak serta tumbuh kembang balita.
Menurut Darius, pelayanan publik, kebersihan lingkungan dan pelayanan kesehatan merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Lingkungan yang bersih dan sehat akan mendukung terciptanya masyarakat yang lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Berbagai program yang kami jalankan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Kupang,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kelurahan Kelapa Lima akan terus membangun koordinasi dan kolaborasi dengan RT, RW, Puskesmas Oesapa, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.
Darius berharap seluruh masyarakat dapat mengambil bagian dalam berbagai program yang dilaksanakan pemerintah kelurahan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai apabila hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Harapan kami, semua elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung program yang kita jalankan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan, pelayanan kepada masyarakat dapat semakin baik dan kebersihan lingkungan juga dapat terus kita jaga,” pungkasnya.
Komitmen Kelurahan Kelapa Lima tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang responsif, lingkungan yang bersih dan sehat, serta masyarakat yang semakin aktif dalam mendukung pembangunan.
Melalui penguatan pelayanan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pelayanan kesehatan dasar, Kelurahan Kelapa Lima terus mengambil bagian dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kota Kupang sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.
(Yulius)
