Progres Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu Capai 65,18 Persen, Ditargetkan Berfungsi Awal 2027 - Baomong.ID

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu Capai 65,18 Persen, Ditargetkan Berfungsi Awal 2027

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu Capai 65,18 Persen, Ditargetkan Berfungsi Awal 2027

Kupang, Likurai.com – Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu yang terletak di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, terus menunjukkan perkembangan. 

Hingga saat ini, progres fisik pembangunan bangunan bawah jembatan telah mencapai 65,18 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi NTT, Audrian Ramanta Herdy, ST., M.Sc., mengatakan pekerjaan di lapangan saat ini masih difokuskan pada penyelesaian sejumlah bagian bangunan bawah sebagai tahapan penting sebelum pemasangan komponen bangunan atas jembatan.

“Untuk jembatan gantung, bangunan bawahnya progres fisik sampai saat ini 65,18 persen,” kata Audrian.

Menurutnya, pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain persiapan pengecoran pondasi pilon, galian struktur untuk blok angkur dan ikatan angin di arah Pulau Usu, serta pekerjaan jalan pendekat.

Untuk jalan pendekat di sisi Rote, pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi penghamparan agregat kelas B dan pekerjaan beton FC 15. Sementara itu, pemasangan pilon dengan ketinggian sekitar 13,5 meter di sisi Rote juga mulai dikerjakan.

Audrian menjelaskan, untuk bangunan atas jembatan sendiri saat ini sudah selesai 100 persen dalam hal pengadaan. Seluruh komponen bangunan atas telah tersedia di lapangan setelah proses pengadaan selesai pada 2 September 2026.

“Bangunan atas sudah selesai 100 persen. Karena pengadaan, sudah selesai tanggal 2 September kemarin. Jadi semua komponen sudah siap di lapangan. Tinggal sekarang pekerjaan bangunan bawah yang akan melakukan pemasangan komponen bangunan atas,” jelasnya.

Dengan seluruh komponen bangunan atas telah tersedia, pekerjaan selanjutnya akan diarahkan pada penyelesaian bangunan bawah dan dilanjutkan dengan pemasangan komponen jembatan secara bertahap.

Masa pelaksanaan pekerjaan ditargetkan hingga 31 Desember 2026. Namun, menurut Audrian, pemasangan bangunan atas direncanakan mulai dilakukan pada Oktober 2026.

“Sekarang ini sudah mulai kita cicil pilonnya. Paling tidak sudah ada gambaran untuk pemasangan bangunan atas,” ujarnya.

Selain pembangunan struktur utama jembatan, pekerjaan jalan akses menuju jembatan juga terus dipersiapkan. Di sisi Rote terdapat sekitar 600 meter jalan akses, sedangkan di sisi Pulau Usu sekitar 300 meter.

Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu juga memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.

Selama ini, anak-anak dari Pulau Usu yang bersekolah di wilayah Pulau Rote harus menggunakan sampan untuk menyeberang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak dalam menjalani aktivitas pendidikan sehari-hari, terutama ketika kondisi cuaca dan gelombang kurang bersahabat.

Dengan adanya Jembatan Gantung Pulau Usu, akses anak-anak menuju sekolah diharapkan menjadi lebih mudah dan aman karena mereka nantinya tidak lagi bergantung pada transportasi menggunakan sampan untuk menyeberangi perairan.

Selain mendukung akses pendidikan, jembatan tersebut nantinya akan memperlancar mobilitas masyarakat antara Pulau Usu dan wilayah Rote, termasuk dalam mengakses pelayanan publik, membawa hasil pertanian maupun memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Audrian mengatakan, apabila seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, jembatan tersebut diharapkan dapat mulai dimanfaatkan masyarakat pada akhir 2026 atau awal Januari 2027.

“Kalau tahun ini tuntas, sebenarnya Desember sudah bisa digunakan. Mungkin Desember nanti tinggal finishing, pemasangan lampu dan lainnya. Januari awal sudah bisa difungsikan oleh masyarakat,” katanya.

Dengan progres bangunan bawah yang telah mencapai 65,18 persen dan seluruh komponen bangunan atas telah tersedia di lapangan, tahapan pembangunan selanjutnya menjadi bagian penting untuk memastikan Jembatan Gantung Pulau Usu dapat segera tersambung dan difungsikan bagi masyarakat.

Kehadiran jembatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas masyarakat Desa Daiama dan Pulau Usu dengan wilayah Rote, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan tanpa harus menyeberangi perairan menggunakan sampan. (Yulius)