Gubernur NTT Dukung Flobamorata Creative Expo 2026, Perkuat UMKM Dan Ekonomi Kreatif - Baomong.ID

Gubernur NTT Dukung Flobamorata Creative Expo 2026, Perkuat UMKM Dan Ekonomi Kreatif

Gubernur NTT Dukung Flobamorata Creative Expo 2026, Perkuat UMKM Dan Ekonomi Kreatif

Kupang,Likurai.com-Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Adidoyo Prakoso di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa (29/9/2026) siang.

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026, sebuah kegiatan yang merupakan hasil sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.

FCE 2026 mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan” dan direncanakan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Mall, Kota Kupang.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik rencana pelaksanaan FCE 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal. “Terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama jajaran atas rencana pelaksanaan FCE ini serta sinergi para pemangku kepentingan untuk memastikan produk-produk unggulan NTT memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang,” ungkap Gubernur Melki.

Gubernur mengharapkan, FCE 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan dan memperluas penetrasi produk kopi, wastra, dan kuliner NTT ke pasar nusantara hingga mancanegara.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga mengajak agar semua pihak dapat terlibat dalam mendorong generasi muda untuk memiliki jiwa wirausaha. “Kita perlu tumbuhkan minat dan bakat anak-anak kita baik itu anak sekolah atau mahasiswa dalam wirausaha untuk pengembangakn potensi UMKM yang kita punya,” ungkap Gubernur.

Gubernur menekankan pada pemanfaatan KUR sebaik mungkin bagai setiap orang yang ingin memulai usaha dengan potensi dan kemampuan mengelola UMKM.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menjelaskan, FCE 2026 merupakan bentuk rebranding dari kegiatan sebelumnya, yakni Exotic Tenun Fest (ETF). “Dengan konsep yang lebih luas, FCE tidak hanya mengangkat tenun atau wastra, tetapi juga menempatkan wastra, kopi, dan kuliner sebagai komoditas unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi alam Nusa Tenggara Timur,” ungkap Adidoyo.

Ia menjelaskan FCE 2026 juga dirancang tidak sekadar menjadi ruang promosi dan pemasaran produk UMKM. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga peluang ekspor.

Untuk diketahui, terdapat sejumlah agenda telah disiapkan dalam rangkaian FCE 2026, antara lain talkshow dan masterclass, kompetisi wastra, kopi dan kuliner, UMKM Expo, business matching, serta konsultasi ekspor dan pembiayaan perbankan. Kegiatan ini diharapkan semakin mendorong dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan industri kopi dan tenun sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif NTT.

Selain penguatan sektor UMKM, FCE 2026 juga menghadirkan berbagai agenda literasi dan edukasi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain talkshow perlindungan konsumen dalam sistem pembayaran, QRIS Experience, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, konsultasi pembiayaan perbankan, perpustakaan keliling, serta bedah buku.

Masyarakat juga akan mendapatkan akses terhadap layanan sosial berupa cek kesehatan gratis dan donor darah sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui penyelenggaraan FCE 2026.

Menariknya, FCE 2026 juga membawa pesan solidaritas melalui subtema “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”, yang dalam bahasa Ende bermakna “Bersama, Saling Peduli, Menguatkan Untuk Bangkit.”

Subtema tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat NTT, khususnya masyarakat di Pulau Flores yang saat ini tengah menghadapi dampak bencana alam. Semangat tersebut akan diwujudkan melalui donasi dari hasil penjualan produk UMKM selama FCE 2026, lelang tenun khusus yang seluruh hasil penjualannya akan didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana, serta kanal donasi melalui QRIS ChariTree.

Seluruh rangkaian FCE 2026 dirancang dengan kerangka 3I+S, yakni impactful, inclusive, integration, dan synergy. Kerangka ini menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pada berbagai tingkatan agar FCE tidak hanya menjadi kegiatan pameran, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Dengan semangat “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, FCE 2026 diharapkan tidak hanya mempertemukan produk dengan pasar, tetapi juga mempertemukan kreativitas dengan peluang, pelaku UMKM dengan pembiayaan, serta potensi daerah dengan jejaring pasar yang lebih luas.

Penulis: Meldo Nailopo

Foto: Windi Leba