Kupang, Likurai.com – Pemerintah Kota Kupang menunjukkan dukungan konkret terhadap pembinaan sepak bola usia dini dengan menyalurkan hibah sebesar Rp200 juta untuk mendukung penyelenggaraan liga sepak bola kelompok usia yang digelar Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Kupang.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kupang dalam membangun fondasi prestasi sepak bola dari tingkat paling dasar, khususnya melalui kompetisi kelompok usia U-13, U-15, dan U-17.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi jajaran ASKOT PSSI Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (6/10).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan liga sepak bola usia dini, dukungan pemerintah daerah, serta persiapan kontingen Kota Kupang menghadapi El Tari Memorial Cup (ETMC).
Dalam pertemuan itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Alan Yoga Girsang, S.H., M.H. Sementara dari ASKOT PSSI Kota Kupang hadir Plt. Ketua Dicson Caverius Haba, Sekretaris Marselinus Nggangus, dan anggota Polce Pandie.
Menurut dr. Christian, investasi di bidang olahraga harus dimulai dari pembinaan anak-anak. Kompetisi usia dini dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda Kota Kupang.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah terhadap sepak bola akan terus diberikan dengan tetap memperhatikan kemampuan dan tata kelola anggaran daerah.
“Selama anggaran ada, pasti kami bantu. Namun, saya minta perencanaannya rasional agar cabang olahraga lain juga mendapatkan perhatian yang seimbang,” ujar dr. Christian.
Ia menjelaskan, perencanaan yang matang diperlukan agar setiap program olahraga dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan proporsional. Dengan demikian, dukungan terhadap satu cabang olahraga tidak mengurangi perhatian terhadap cabang olahraga lainnya.
Selain dukungan anggaran, Wali Kota meminta ASKOT PSSI Kota Kupang memastikan kompetisi usia dini benar-benar menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
Menurutnya, Kota Kupang memiliki potensi untuk melahirkan pesepak bola berkualitas. Karena itu, talenta-talenta muda yang muncul dari kompetisi harus mendapatkan ruang pembinaan dan kesempatan berkembang secara berkelanjutan.
“Kembangkan terus bakat-bakat muda ini dan berikan hak-hak mereka secara layak. Kita punya infrastruktur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang atlet,” tegasnya.
Dukungan terhadap pembinaan usia dini tersebut juga diarahkan untuk mempersiapkan regenerasi pesepak bola Kota Kupang. Kompetisi U-13, U-15, dan U-17 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengukur perkembangan kemampuan pemain secara bertahap.
Selain pembinaan usia dini, dalam audiensi tersebut turut dibahas persiapan kontingen Kota Kupang menghadapi El Tari Memorial Cup (ETMC). Wali Kota mendorong ASKOT PSSI membangun manajemen tim yang lebih kuat dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan para pencinta sepak bola.
Menurutnya, menghadapi kompetisi tingkat provinsi membutuhkan persiapan yang matang serta dukungan ekosistem olahraga yang luas. Pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Keterlibatan dunia usaha dan pencinta sepak bola sangat dibutuhkan untuk memperkuat manajemen tim, sehingga kontingen Kota Kupang siap bersaing secara optimal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian juga menyampaikan selamat bertugas kepada Dicson Caverius Haba sebagai Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang. Ia berharap proses musyawarah untuk menentukan kepengurusan definitif nantinya dapat berlangsung secara kondusif dan semakin memperkuat soliditas organisasi.
Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan sepak bola Kota Kupang tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan dalam satu turnamen. Prestasi harus dibangun melalui proses yang berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi yang rutin, manajemen organisasi yang sehat, hingga dukungan pemerintah dan masyarakat.
Dengan adanya hibah sebesar Rp200 juta untuk mendukung liga usia dini, Pemkot Kupang menegaskan bahwa pembangunan prestasi sepak bola harus dimulai sejak pemain masih berada pada tahap pembentukan dan membutuhkan ruang untuk berlatih, bertanding, serta mengembangkan potensinya.
Sementara itu, Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang, Dicson Caverius Haba, dalam audiensi tersebut melaporkan perkembangan kompetisi kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 yang saat ini telah bergulir.
Ia juga menyampaikan agenda lanjutan kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026 mendatang.
ASKOT PSSI Kota Kupang berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan sepak bola usia dini dapat terus berlanjut sehingga kompetisi kelompok umur semakin terarah dan mampu menjadi salah satu jalur utama dalam mencetak pemain-pemain potensial dari Kota Kupang. (*/Yulius)
