Kupang, Likurai.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT menangani lima paket Penanganan Mendesak Tanggap Darurat (PMTD) untuk mengatasi dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores pada Agustus 2026.
Lima paket PMTD tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan darurat terhadap kerusakan infrastruktur jalan akibat gempa bumi, terutama pembersihan material longsoran yang menutupi badan jalan nasional serta penyediaan material konstruksi untuk mendukung penanganan di lapangan.
Kepala Satker PJN Wilayah IV Provinsi NTT, Wilhelmus Sugu Djawa, ST., MT., kepada wartawanLikurai.com menjelaskan bahwa sebagian besar paket PMTD yang ditangani telah rampung dengan progres fisik mencapai 100 persen.
Sementara itu, paket pengadaan material masih dalam tahap pelaksanaan dengan progres fisik mencapai 75 persen.
Ia menjelaskan, salah satu kegiatan PMTD adalah pengadaan bronjong, yudit, geotekstil woven dan geotekstil nonwoven dengan nilai anggaran sebesar Rp4,2 miliar.
Hingga saat ini, progres fisik pengadaan material tersebut telah mencapai 75 persen.
Paket PMTD lainnya mencakup penanganan ruas jalan Aegela–Batas Kota Ende–Danga–Nila–Marapokot yang ditangani PPK 4.1 Provinsi NTT dengan anggaran Rp4 miliar lebih. Pekerjaan tersebut telah rampung dengan progres fisik 100 persen.
Selanjutnya, penanganan pada ruas jalan Batas Kota Ende–Detusoko yang ditangani PPK 4.2 Provinsi NTT dengan anggaran Rp190 juta juga telah selesai 100 persen.
Pekerjaan PMTD pada ruas jalan Wolowaru–Batas Kota Maumere yang ditangani PPK 4.3 Provinsi NTT dengan nilai anggaran lebih dari Rp62 juta turut mencapai progres fisik 100 persen.
Selain penanganan pada ruas jalan nasional, kegiatan tanggap darurat juga menyentuh dua ruas jalan daerah di Kabupaten Sikka, yakni Waigete–Galit dengan anggaran lebih dari Rp149 juta serta Krisca Nitung–Krisca–Lidi di Pulau Palue dengan anggaran Rp390 juta. Kedua ruas jalan daerah tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen.
Wilhelmus menegaskan bahwa pekerjaan PMTD yang dilaksanakan melalui sejumlah PPK di lingkungan Satker PJN Wilayah IV Provinsi NTT lebih banyak diarahkan pada pembersihan material longsoran akibat gempa bumi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pemulihan akses transportasi selama masa tanggap darurat.
“Paket-paket yang ditangani melalui beberapa PPK di Satker PJN Wilayah IV Provinsi NTT lebih banyak diarahkan pada pembersihan material longsoran akibat gempa bumi. Kegiatan-kegiatan ini juga dilaksanakan pada masa tanggap darurat,” jelas Wilhelmus.
Melalui penanganan lima paket PMTD tersebut, BPJN NTT berupaya mempercepat pemulihan konektivitas jalan yang terdampak gempa Flores. Penanganan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus transportasi, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi barang dan jasa di wilayah terdampak bencana.
Dengan rampungnya sejumlah pekerjaan PMTD, akses transportasi pada ruas-ruas yang telah ditangani diharapkan dapat kembali berfungsi dengan baik sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah Flores dapat berangsur pulih pascagempa. (Yulius)
