Kupang, Likurai.com – Pemerintah Kota Kupang menerjunkan sebanyak 139 atlet untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Kupang. Para atlet tersebut akan berkompetisi pada delapan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Keikutsertaan para atlet ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga sekaligus membuka ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, bakat, dan potensi terbaik mereka di bidang olahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang, Alan Y. Girsang, S.H., kepada wartawan Likurai.com, Sabtu (24/10/2026), mengatakan pihaknya optimistis kontingen Kota Kupang mampu kembali meraih gelar juara umum pada POPDA VIII Tahun 2026.
Optimisme tersebut didasarkan pada capaian prestasi kontingen Kota Kupang dalam penyelenggaraan POPDA pada tahun-tahun sebelumnya, ketika Kota Kupang selalu berhasil meraih juara umum.
“Kami optimistis dapat kembali meraih juara umum pada POPDA VIII Tahun 2026 ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, Kota Kupang selalu meraih juara umum. Karena itu, kami berharap para atlet dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Kupang,” ujar Alan.
Ia menjelaskan, delapan cabang olahraga yang diikuti kontingen Kota Kupang diharapkan dapat memberikan kontribusi medali. Para atlet telah dipersiapkan untuk menghadapi persaingan dengan kontingen dari kabupaten dan kota lainnya di NTT.
Salah satu cabang olahraga yang menjadi perhatian adalah triket, yang pada tahun ini mulai dipertandingkan dalam ajang POPDA. Menurut Alan, cabang olahraga tersebut telah menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Kupang.
Capaian tersebut menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk terus berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan berlangsung. Pemerintah Kota Kupang berharap prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi dorongan bagi pengembangan olahraga pelajar secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar mengejar gelar juara umum, Alan menegaskan bahwa POPDA juga memiliki peran penting sebagai ajang evaluasi dan seleksi atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, melalui kompetisi seperti POPDA, pemerintah dapat memantau kemampuan atlet, mengidentifikasi potensi yang dimiliki para pelajar, serta mempersiapkan pembinaan lanjutan bagi atlet yang dinilai memiliki peluang untuk berkembang.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Melalui berbagai kegiatan olahraga yang ada, kita akan semakin siap menghadapi PON Tahun 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB,” kata Alan.
Ia berharap keikutsertaan atlet-atlet pelajar Kota Kupang dalam POPDA VIII Tahun 2026 dapat menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan bertanding, membangun mental juara, serta menumbuhkan semangat sportivitas.
Pemerintah Kota Kupang melalui Dispora juga diharapkan terus memperkuat pembinaan olahraga pelajar agar potensi atlet muda dapat berkembang secara optimal dan berkesinambungan.
Dengan menurunkan 139 atlet pada delapan cabang olahraga, kontingen Kota Kupang tidak hanya membawa target prestasi dalam POPDA VIII Tahun 2026, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi atlet masa depan yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional. (Yulius Seran)
