Kupang, Likurai.com – Anggapan bahwa perguruan tinggi di daerah sulit bersaing dengan kampus-kampus besar di kota metropolitan perlu ditinjau kembali. Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi mahasiswa untuk berprestasi dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam beberapa pekan terakhir, mahasiswa UNWIRA mencatatkan sejumlah prestasi di berbagai bidang, mulai dari akademik, debat ilmiah, inovasi kewirausahaan, hingga olahraga.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa dari Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar untuk bersaing, sepanjang memperoleh kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang memadai.
Maria Oktaviola Rossiany da Lopez, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA, menilai berbagai prestasi tersebut layak mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat.
Menurutnya, keunggulan UNWIRA tidak hanya terlihat dari satu atau dua capaian, tetapi juga dari keberhasilan mahasiswanya dalam berbagai disiplin ilmu dan kegiatan pengembangan diri.
Di bidang akademik, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris berhasil meraih Juara II dalam lomba story telling tingkat internasional pada ajang Gayatama 5 yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya.
Prestasi lainnya diraih mahasiswa Pendidikan Kimia yang memperoleh medali perak dalam Bandung Essay Competition 4. Sementara itu, mahasiswi Fakultas Hukum berhasil meraih Juara I tingkat nasional dalam Soedirman Essay Competition.
Tidak hanya itu, tim mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan juga berhasil menjuarai lomba debat ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Timor.
Beragam capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNWIRA memiliki kemampuan untuk mengembangkan kompetensi akademik, mengasah daya kritis, serta menyampaikan gagasan dan argumentasi secara ilmiah dalam berbagai kompetisi.
Prestasi mahasiswa UNWIRA juga tidak terbatas pada kegiatan akademik. Di bidang inovasi dan kewirausahaan, Tim KOMANG UNWIRA berhasil meraih Juara Harapan III dalam ajang KMIEXPO yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman melalui inovasi produk kopi sehat khas NTT.
Capaian ini memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu mengembangkan pengetahuan di ruang perkuliahan, tetapi juga berupaya menciptakan inovasi yang berangkat dari potensi lokal.
Produk berbasis kekayaan daerah menjadi salah satu peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kewirausahaan sekaligus memperkenalkan keunggulan NTT kepada masyarakat yang lebih luas.
Di bidang olahraga, mahasiswa UNWIRA juga menorehkan prestasi dengan menjuarai kompetisi catur Piala Bupati Cup II dan kompetisi panahan Lanud El Tari Cup.
Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan mahasiswa berlangsung dalam berbagai aspek, baik intelektual, kreativitas, kewirausahaan, maupun kemampuan berkompetisi di bidang olahraga.
Selain prestasi, kepedulian sosial dan keterbukaan terhadap kerja sama juga menjadi bagian penting dalam kehidupan kampus.
Ketika gempa bumi melanda Flores, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNWIRA menggelar kegiatan doa bersama dan penyalaan lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan kondisi sosial di sekitarnya.
Dalam upaya memperluas jejaring kelembagaan, UNWIRA juga menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Uyelindo serta menyelenggarakan workshop media bersama Serikat Sabda Allah (SVD).
Kerja sama semacam ini menjadi salah satu langkah untuk membuka ruang kolaborasi, memperluas wawasan, serta mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa dan sivitas akademika.
Meski demikian, berbagai prestasi tersebut tidak berarti bahwa seluruh aspek pelayanan dan fasilitas kampus telah sempurna. Pembenahan fasilitas, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan sistem pendampingan mahasiswa tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Kritik dan masukan terhadap pengelolaan perguruan tinggi merupakan hal yang wajar dan perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Namun, penilaian terhadap mutu sebuah perguruan tinggi juga perlu mempertimbangkan prestasi, kreativitas, daya saing, dan kontribusi nyata mahasiswa dalam berbagai bidang.
Karena itu, capaian mahasiswa UNWIRA perlu menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi di NTT.
Pimpinan kampus diharapkan terus memberikan pendampingan dan memfasilitasi mahasiswa agar dapat mengikuti lebih banyak kompetisi. Alumni juga memiliki peran strategis melalui penguatan jejaring, berbagi pengalaman, serta membuka peluang kolaborasi. Sementara itu, masyarakat diharapkan memberikan apresiasi dan dukungan terhadap setiap capaian positif mahasiswa.
Prestasi yang diraih mahasiswa UNWIRA menjadi pengingat bahwa anak-anak NTT memiliki potensi untuk bersaing dan menghasilkan karya yang membanggakan.
Mereka membutuhkan ruang untuk berkembang, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, serta dukungan yang berkelanjutan agar potensi tersebut dapat terus bertumbuh.
Dengan demikian, UNWIRA tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan diri generasi muda NTT bahwa mereka mampu berkompetisi, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Sebagaimana disampaikan Maria Oktaviola Rossiany da Lopez, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA, anak-anak NTT telah membuktikan kemampuan mereka. Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa mereka terus mendapatkan kesempatan dan panggung untuk mengembangkan prestasi.
Penulis: Maria Oktaviola Rossiany da LopezMahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA
