Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Hadiri Peresmian Gereja St. Damian Bea Muring, Keuskupan Ruteng - Baomong.ID

Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Hadiri Peresmian Gereja St. Damian Bea Muring, Keuskupan Ruteng

Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Hadiri Peresmian Gereja St. Damian Bea Muring, Keuskupan Ruteng

Borong,Likurai.com – Ribuan umat Katolik memadati Paroki St. Damian Bea Muring, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, untuk mengikuti misa peresmian dan pemberkatan gedung baru gereja, Sabtu (23/8/2025).

Perayaan ini dipimpin langsung oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, dan turut dihadiri Sekretaris Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama RI, Reginaldus Serang.

Sejak pagi, pawai kendaraan roda dua dan empat memenuhi jalan Benteng Jawa–Ruteng di Bea Muring.

Umat bersama tokoh adat Gendang Deno dan Gendang Nteweng menyambut kedatangan Uskup dengan ritual adat kepok curu. Rombongan kemudian diarahkan menuju Pastoran Paroki Bea Muring sebelum misa pemberkatan dimulai pukul 10.00 WITA.

Dalam misa tersebut, Uskup Siprianus Hormat sekaligus memimpin pengurapan minyak Krisma bagi sekitar 700 umat.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Vikjen Keuskupan Ruteng RP. Sebastian Hobahana, SVD, Pastor Paroki RD. Alber Abu, Ketua DPP Paulus Sadan, jajaran pemerintah daerah, pihak perbankan, anggota DPRD, para donatur, biarawan-biarawati, serta umat dari berbagai stasi.

Dengan tema “Ekaristi Menggerakkan Hati Umat Sebagai Gereja Yang Berziarah Menuju Pengharapan”, umat memenuhi bangunan baru berukuran 20 x 40 meter persegi itu.

Dalam homilinya, Uskup Sipri menekankan bahwa pemberkatan gereja merupakan wujud nyata dari doa-doa umat yang diwujudkan menjadi bangunan megah.

“Hari ini setiap impian yang lahir dari doa sederhana umat, telah berubah menjadi tembok perkasa dan dinding indah gereja. Kita tidak hanya merayakan bangunan megah, melainkan misteri agung Tuhan yang hadir dalam Ekaristi Kudus,” ujar Uskup.

Ia menambahkan, setiap bagian dari bangunan ini menyimpan kisah iman umat.

“Batu yang tersusun rapi adalah saksi keringat para pekerja, tiang-tiangnya adalah monumen doa ibu-ibu, dan jendelanya adalah lukisan harapan kaum muda. Dari impian yang dulu hanya coretan pensil, kini berdiri gagah rumah Tuhan tempat surga dan bumi berjumpa,” tegasnya.

Pastor Paroki RD. Alber Abu mengungkapkan pembangunan gereja dimulai sejak Juni 2018 dengan anggaran Rp5,6 miliar. Namun, proyek sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Pada Oktober 2023, pembangunan kembali dilanjutkan dengan dana awal Rp115 juta, dan hanya mampu mendirikan 10 tiang pertama.

“Kami memulai kembali tepat pada 1 November 2023, Hari Raya Semua Orang Kudus. Kami percaya doa dan pengharapan umat menjadi fondasi utama. Tanpa doa, kami tidak akan memiliki gereja seperti hari ini,” jelas Romo Alber.

Ia menegaskan, pembangunan tahap lanjutan sama sekali tidak membebani umat dengan pungutan. Seluruh biaya ditopang oleh donatur, bantuan pemerintah, lembaga perbankan, dan kontribusi pribadi Uskup Ruteng. “Bapak Uskup menyumbangkan tabernakel, perlengkapan misa, hingga nostran dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah,” tambahnya.

Romo Alber menyebut penyelesaian pembangunan ini adalah bukti nyata karya Roh Kudus yang bekerja melalui kebersamaan umat.

“Umat bekerja dengan hati tulus, dan berbagai bantuan datang tanpa diduga. Kehadiran Uskup adalah berkat dan doa besar bagi gereja ini,” katanya.

Dengan resminya pemberkatan, Gereja St. Damian Bea Muring kini menjadi pusat iman baru bagi umat Katolik di wilayah Lamba Leda Selatan (*/Yuser)